Kota Gorontalo (ANTARA) - Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo bersama Dinas Kesehatan setempat melakukan uji sampel jajanan berbuka puasa yang dijual di kompleks kuliner Kalimadu, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu.
Kepala BPOM Gorontalo Stepanus Simon Sesa di lokasi uji sampel mengatakan pihaknya ingin memastikan keamanan takjil yang dikonsumsi oleh masyarakat saat bulan Ramadhan 1446 Hijriah.
"Kami melakukan sampling dan juga melakukan pengujian di mobil laboratorium keliling," ucap Stepanus.
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang bersama Loka POM awasi makanan takjil
Pada kegiatan itu, kata dia, BPOM Gorontalo memilih produk tertentu yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, atau yang biasanya menggunakan bahan berbahaya.
Menurut dia, bahan berbahaya yang dilarang terkandung dalam makanan dan minuman, di antaranya boraks, formalin, dan pewarna rhodamine B yang dapat menimbulkan sel kanker pada manusia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan kerahkan tim khusus sidak takjil saat Ramadhan
"Hari ini 39 sampel yang diuji. Dari 39 sampel itu semuanya aman memenuhi syarat," kata Stepanus.
Ia mengimbau para pedagang agar tetap memperhatikan kebersihan dari jajanan yang dijual maupun lapak tempat berjualan.
Baca juga: Satgas Pangan Polda Maluku awasi penjualan takjil di Ambon
"Kegiatan serupa akan kita gelar di berbagai lokasi yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo," ujar dia.
Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.