Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berkolaborasi menghadirkan forum untuk memperkuat sinergi komunitas dan industri internet.

Kolaborasi ketiganya juga bertujuan memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan ekosistem digital di Indonesia.

"Indonesia digital forum merupakan forum yang lahir dari kolaborasi PANDI, APJII, ATSI yang bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan digital nasional. Forum ini menjadi target nyata untuk kebersamaan dan merumuskan rekomendasi gagasan dan rekomendasi kebijakan dan solusi akan berbagai tantangan dalam pengembangan ekosistem digital," ujar Ketua Umum PANDI John Sihar Simanjuntak dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu.

Baca juga: KJRI Melbourne gelar forum bisnis untuk jaring kerja sama digital

PANDI, lanjut dia, memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia, serta sebagai pengelola domain ".id" pihaknya tak hanya bertanggung jawab pada pengelola domain tapi juga jadi bagian dari infrastruktur digital yang mendukung layanan pusat data, cloud di Indonesia.

Hingga tahun 2024, Indonesia telah mencapai 1,2 juta domain sehingga menjadi indikator dalam konteks literasi digital yang tergantung pada infrastruktur, konektivitas, teknologi dan sumber daya manusia (SDM) digital.

Ia menyadari ekosistem digital tak dapat berjalan sendiri, keberhasilan ekosistem digital bergantung pada sinergi antara penyedia infrastruktur, penyedia layanan internet dan juga pengguna internet mencapai 220 juta orang atau 80 persen populasi Indonesia.

Baca juga: Indonesia-Korea Selatan mantapkan kolaborasi SPBE

Sementara pelanggan seluler mencapai 352 juta pelanggan, hal inipun menunjukkan potensi ekosistem digital Indonesia.

Namun demikian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yakni konsolidasi industri telekomunikasi memisahkan 3 operator, jumlah ISP lebih dari 1.000 penyedia layanan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua APJII Muhammad Arif berharap lewat forum bertajuk "Indonesia Digital Forum 2025" yang akan diselenggarakan pada 15-16 Mei 2025 di Jakarta ini mampu meningkatkan kualitas ekosistem digital Indonesia.

Baca juga: Kemenkop-Pandi kerja sama penguatan identitas digital koperasi

"Kita berharap forum yang digelar Mei ini bisa menghasilkan poin-poin yang dapat memberikan masukan dan lebih berdampak bagi ekosistem digital Indonesia," katanya.

Ketua Umum ATSI Merza Fachys mengatakan, lewat forum tersebut juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekosistem digital nasional.

Pada kesempatan ini dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara PANDI, ATSI dan APJII sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi agar menghadirkan ekosistem digital yang inklusif, aman dan berkelanjutan, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintahan dalam mendukung transformasi digital nasional.

Baca juga: PANDI jelaskan strategi tingkatkan pengguna domain .id pada tahun 2025

Baca juga: PANDI umumkan domain .id tembus satu juta pengguna

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.