14 dubes Eropa hadiri peringatan tsunami

14 dubes Eropa hadiri peringatan tsunami

Mahasiswa membersihkan komplek Kuburan Massal Tsunami di desa Ulee Lheue, Banda Aceh, Kamis (25/12). Pembersihan dan penataan kuburan massal tsunami dalam rangka peringatan 10 tahun tsunami 26 Desember agar pengunjung merasa nyaman saat berziarah dan berdoa untuk keluarganya yang syuhada. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Wakil Duta Besar Uni Eropa direncanakan mengunjungi beberapa daerah bekas tsunami guna melihat perkembangannya sekarang ini
Banda Aceh (ANTARA News) - Sebanyak 14 duta besar dari Uni Eropa untuk Indonesia menghadiri puncak peringatan 10 tahun gempa dan tsunami Aceh.

"Ada 14 duta besar negara-negara Uni Eropa atau UE yang menghadiri peringatan 10 tahun tsunami Aceh," kata Stelita Ladia Marsha, staf komunikasi Uni Eropa, di Banda Aceh, Jumat.

Peringatan 10 tahun tsunami dipusatkan di Lapangan Blangpadang, Kota Banda Aceh. Peringatan tsunami yang diperingati setiap 26 Desember tersebut dihadiri Wakil Presiden HM Jusuf Kalla.

Selain belasan duta besar dari negara Eropa, kata dia, peringatan 10 tahun tsunami tersebut juga dihadiri Wakil Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN.

"Selain menghadiri peringatan 10 tahun tsunami, Wakil Duta Besar Uni Eropa direncanakan mengunjungi beberapa daerah bekas tsunami guna melihat perkembangannya sekarang ini," kata dia.

Adapun duta besar negara-negara Eropa yang menghadiri peringatan 10 tahun tsunami di antaranya, Jerman, Slovakia, Belgia, Denmark, Inggris, Swedia, Irlandia, Belgia, Irlandia, Turki, dan Norwegia.

Uni Eropa ikut terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascatsunami dengan mengucurkan, bantuan senilai 2 miliar euro, terdiri atas 566 juta euro bantuan kemanusian dan 1miliar euro bantuan rekonstruksi jangka panjang.

Bencana gempa 9,0 SR disusul tsunami di Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 menyebabkan sebagian wilayah Aceh hancur total. Lebih 250 ribu orang meninggal dunia, ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Pewarta: M Haris SA
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar