Penjaga perbatasan India-Pakistan saling tembak di perbatasan Kashmir

Penjaga perbatasan India-Pakistan saling tembak di perbatasan Kashmir

Peta daerah Kashmir, negara bagian Jammu, India. (worldatlas.com)

Srinagar, Kashmir-India (ANTARA News) - Penjaga perbatasan India dan Pakistan pada Sabtu (27/12) saling tembak ke arah pos penjagaan di sepanjang perbatasan internasional di Kashmir, kata beberapa pejabat.

Baku tembak antara kedua pihak tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi dari perbatasan internasional di Sektor Arnia, Kabupaten Jammu, sekitar 322 kilometer di sebelah selatan Kota Srinagar, Ibu Kota Musim Panas Kashmir yang dikuasai India.

"Pasukan Pakistan hari ini memulai penembakan provokasi dengan sasaran pos India dan menggunakan senjata ringan sampai sedang sekitar pukul 12.10 waktu setempat," kata beberapa pejabat, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Tindakan itu tentu saja dibalas oleh personel Pasukan Keamanan Penjaga Perbatasan India (BSF) yang menjaga perbatasan."

Baku tembak berlangsung selama sekitar satu jam.

Beberapa pejabat India mengatakan tak ada laporan mengenai kerusakan di pihak India.

Pada Rabu (24/12), penjaga perbatasan kedua negara bertetangga di Asia Selatan tersebut saling menembaki pos masing-masing dengan menggunakan mortir di Sektor Hiranagar, Kabupaten Kathua.

New Delhi dan Islamabad saling tuduh mengenai siapa yang melepaskan tembakan provokasi dan melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan berkeras tentara masing-masing membalas serangan pihak lain.

Tentara India dan Pakistan sesekali terlibat baku tembak di garis Pemantauan (LoC) dan perbatasan internasional, kendati ada kesepakatan pada 2003 untuk melaksanakan gencatan senjata. Meskipun pelanggaran dilaporkan telah dilakukan oleh kedua pihak, namun gencatan senjata tersebut tetap berlaku.

LoC adalah perbatasan de fakto yang membelah Kashmir menjadi wilayah India dan Pakistan, sedangkan perbatasan internasional dijaga oleh BSF di pihak India dan Ranger Pakistan di pihak lain.

(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar