Ikhtiar mencari keberadaan AirAsia

Ikhtiar mencari keberadaan AirAsia

Ilustrasi - AirAsia Hilang (FOTO WIkipedia/ANTARA News/grafis)

Jika ada keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi seputar hilangnya kontak pesawat ini silakan datang di Crisis Centre AirAsia di Terminal Dua Bandara Juanda,"
Surabaya (ANTARA News) - Di penghujung tahun 2014, dunia penerbangan kembali berduka setelah pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ 8501 dari Bandara Juanda Sidoarjo (Jatim) ke Singapura mengalami hilang kontak, Minggu (28/12) pagi.

General Manager PT Angkasa Pura I Juanda Trikora Hardjo menjelaskan pesawat yang diterbangkan kapten pilot Iriyanto tersebut "take off" dari Juanda pukul 05.20 WIB dan dijadwalkan "landing" di Bandara Changi, Singapura pukul 08.56 waktu setempat.

Diperkirakan pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut hilang di atas Kalimantan sekitar delapan menit setelah lepas landas.

Pihaknya masih mencari tahu kepastian selengkapnya kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari tahu keberadaan dan kondisi terakhir pesawat tersebut.

Sementara AirAsia Indonesia masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengetahui kondisi dan status penumpang dan awak pesawat.

Tidak hanya itu, Angkasa Pura sudah menyiapkan posko untuk informasi yang ditempatkan di Terminal II Bandara Juanda.

"Kami dengan sangat menyesal mengonfirmasi peristiwa ini dan sekarang terus berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Communications Air Asia Indonesia Malinda Yasmin dalam siaran pers.

Pesawat dari Sidoarjo menuju Singapura itu hilang kontak dengan "air traffic control" pada pukul 07.24 waktu Singapura (Wita Indonesia).

"Kami tidak akan berhenti memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut," katanya.

Saat ini, tim SAR sudah beroperasi dan bagi para keluarga dan kerabat dapat menghubungi nomor "Emergency Call Centre" AirAsia di +622129270811, serta informasi terkini di website resmi Air Asia, www.airasia.com.

General Manager Angkasa Pura Juanda Trikora Harjo meminta keluarga penumpang pesawat AirAsia lebih bersabar menyusul hilangnya kontak pesawat tersebut beberapa saat setelah tinggal landas.

Saat ini, petugas sedang melakukan pendataan kepada keluarga korban pesawat yang hilang kontak tersebut.

"Kami meminta kepada keluarga korban pesawat tersebut untuk lebih bersabar sambil menunggu informasi lanjutan terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini," katanya.

Ia mengemukakan petugas saat ini juga sedang melakukan pendataan manifestasi penumpang dengan keluarga penumpang pesawat Ar Asia yang hilang kontak.

"Jika ada keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi seputar hilangnya kontak pesawat ini silakan datang di Crisis Centre AirAsia di Terminal Dua Bandara Juanda," katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan siap untuk membantu terkait dengan hilangnya kontak pesawat Air Asia ini.

"Kami siap untuk menyiagakan anggota terkait dengan hilangnya kontak pesawat ini dan harapan kami masalah ini bisa segera terselesaikan dan tertangani dengan cepat," katanya.


Tidak ada Firasat

Sementara keluarga penumpang mengaku tidak memiliki firasat aneh terkait hilangnya kontak pesawat Air Asia di sekitar wilayah Tanjung Pandan dan Belitung, Sumatera.

Suwanti, salah satu keluarga penumpang, mengatakan saat ini dirinya hanya bisa berharap supaya pesawat yang hilang kontak tersebut bisa ditemukan.

"Kami berharap supaya pesawat tersebut bisa segera ditemukan kembali dan seluruh penumpangnya selamat," katanya berharap.

Dirinya sendiri mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini dan lebih bayak berdoa supaya permasalahan ini bisa segera diselesaikan dan pesawat tersebut bisa segera ditemukan dengan selamat.

"Kami ini dari Makassar mau main ke Surabaya dan malah mendapatkan kabar seperti ini. Semoga bisa segera ketemu dengan selamat," katanya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengatakan akan membantu sepenuhnya kepada keluarga penumpang yang berada di posko Crisis Centre AirAsia di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

"Kami akan membantu sepenuhnya kepada keluarga korban yang menunggu di posko ini dengan memberikan makanan sambil menunggu informasi dari petugas," katanya.

Ia berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan dengan cepat serta tidak berlarut-larut sehingga membuat keluarga penumpang menjadi khawatir.

"Kami memercayakan kepada petugas supaya masalah pesawat Air Asia yang hilang kontak ini bisa segera ditemukan dan penumpangnya bisa selamat," katanya.

Maskapai AirAsia Indonesia memastikan tujuh warga negara asing (WNA) terdapat di dalam pesawat nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya menuju Singapura.

"Total ada tujuh WNA. Tapi untuk nama-nama kepastiannya masih kami lakukan pendataan dan menunggu informasi lebih lanjut," ujar pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin dalam siaran pers yang diterima Antara di Surabaya.

Dari tujuh nama tersebut, tiga penumpang di antaranya berasal dari Korea Selatan, satu penumpang asal Singapura, satu penumpang asal Inggris, satu penumpang asal Malaysia dan seorang first officer asal Prancis.

"Sedangkan, 155 orang lainnya, termasuk awak pesawat merupakan warga negara Indonesia," katanya.

Pihaknya juga menjelaskan, kapten pilot Iriyanto telah memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia. Sementara, "first officer" telah memiliki 2.247 jam terbang.

"Di dalam pesawat terdapat 155 penumpang, di mana sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan seorang bayi. Kemudian, terdapat dua orang pilot, empat orang awak kabin dan seorang teknisi," katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan telah melakukan perawatan berjadwal terakhir pada 16 November 2014.

Berikut nama-nama penumpang sesuai data Manifest Pesawat AirAsia QZ 8501 yang ditempel di Posko Crisis Centre Air Asia di Bandara Juanda:.

1. Viona Florensia Abraham.
2. Siau Alain Octavianus
3. Sri Ratri Andrian
4. Sri Vincencia Andrijany
5. Sharon Michelle Ang
6. Steven Michael Ng
7. Ong Anelina
8. Lindawati Anggara
9. Monica Anggraini
10. Linda Anggreni
11. Santiago Jasmine Rose Ann
12. Jayden Cruz Ardhi
13. Reggy Ardhi
14. Yuni Astutik
15. Thirza Aurelia
16. Djarot Biantoro
17. Kevin Biantoro
18. Gani Chandra
19. Chi Man Choi
20. Zoe Man Suen Choi
21. Marianne Claudia Ardhi
22. Michelle Clemency Ardhi
23. The Darmaji
24. Inda Djani
25. Kaylee C. Djomi
26. Martinus Djomi
27. Angeline Esther Emmanuel
28. Ernawati
29. Musaba Evientri Wahab
30. Edward Febriantus
31. Joe Jeng Fei
32. Andrian Fernando
33. Susilo Gani
34. Justin Giovanni
35. Nico Giovanni
36. Feilensia Sularmo Go
37. David Gunawan
38. Jie Charly Gunawan
39. Jie Stephanie Gunawan
40. Jie Steven Gunawan
41. Jie Stevie Gunawan
42. Kayla Audrey Gunawan
43. Kenneth Mathew Gunawan
44. Hendra Gunawan Syawal
45. Hindarto Halim
46. Hayati Luftiah Hamid
47. Finna Handayani
48. Rony Handoyo
49. Sukiatma Haripin
50. Prawira Harja Subagio
51. David Hartono
52. Caroline Harwon Lioe
53. Juliana Ho
54. Christanto Leoma Hutama
55. Jo Indri
56. Monita Wahyuni Jauw
57. Jessica
58. Ang Mie Jong
59. Shiane Josal
60. Kosuma Chandra Kho
61. Vera Chandra Kho
62. Sesha Aldi Krisputra
63. Felicia Sabrina Krisputri
64. Kristiyono
65. Nelson Kusuma
66. Wirantono Kusumo
67. Kyung Hwa Lee
68. Indahju Liangsih
69. Fransisca Lanny Winat Liem
70. Ekawati Ligo
71. Yan Koen Lim
72. Susandhini Limam
73. Juanita Limantara
74. Grayson Herbert Linaksita
75. Kathleen Fulvia Linaksita
76. Tony Linaksita
77. Sri Linggarwati
78. Megawati
79. Merry
80. Abdullah Muttaqin
81. Andrian Noventus
82. Donna Indah Nurwatie
83. Lanny Octavani
84. Jimmy Sentosa Winata Oei
85. Denny Octavianus
86. Sherlly Ong
87. Soamik Saeran Pai
88. Seongbeom Park
89. Gusti Ayu Putriyan Permata
90. Andri Wijaya Poo
91. Christien Aulia Pornomo
92. Feyny Yufina Pornomo
93. Ruth Natalia M Puspitasari
94. Gusti Ayu Madi Keish Putri
95. Mulyahadikusuma Ranudiwjojo
96. Ria Ratna Sari
97. Siri Romlah
98. Fandi Santoso
99. Karina Santoso
100. Nikolas Theo Santoso
101. Lia Sari
102. Yonathan Sebastian
103. Samuel Joyo Sentoso
104. Mawin Sholeh
105. Soetikno Sia
106. Gusti Made Bobi Sidartha
107. Chung Hei Sii
108. Elbert Soesilo
109. Aris Soetanto
110. Lina Soetanto
111. Cindy Clarissa Soetjipto
112. Kevin Alexander Soetjipto
113. Rudy Soetjipto
114. Yenni Soewono
115. Budi Su
116. Kartika Dewi Sukianto
117. Sulastri
118. Hanny Suryaatmaja
119. Djoko Suseno
120. Naura Kanita Rosada Suseno
121. Susiyah
122. Hermanto Tanus
123. The Meiji Thejakusuma
124. Hendra Theodorus
125. Raynaldi Theodorus
126. Winoya Theodorus
127. Suriani Usin
128. Soesilo Utomo
129. Eny Wahyuni
130. Oktaria Wen
131. Bhima Aly Wicaksana
132. Andreas Widjaja
133. Djoko Satryo Tanoe Widjaja
134. Eko Widjaja
135. Florentina Maria Widodo
136. Nanang Priyo Widodo
137. Anna Widyawati
138. Alfred Widjaya
139. Bob Hartanto Wijaya
140. Marilyn Wijaya
141. William Wijaya
142. Indar Prasetyo Wijaya Kwee
143. Boby Hartanto Winata
144. Ingrid Jessica Winata
145. Natalina Wuntarjo
146. Indri Yani
147. Jou Yongki
148. Elisabeth Youvita
149. Brian Youvito
150. Jou Christine Yuanita
151. Albertus Eka Surya Yulianto
152. Indra Yulianto
153. Stephanie Yulianto
154. Indah Yuni.

Pejabat Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin menegaskan bahwa tim operasi SAR saat ini telah dilaksanakan di bawah panduan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kementerian Perhubungan.

"AirAsia mendukung penuh pihak otoritas penerbangan dan kooperatif dalam proses investigasi yang sedang berlangsung," katanya.

Oleh Indra Setiawan/Masuki M Astro
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2014

TIM SAR temukan serpihan pesawat yang hilang kontak di Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar