Kemayoran jadi kampung atlet Asian Games 2018

Kemayoran jadi kampung atlet Asian Games 2018

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Yang kami mau bangun itu ada di Kemayoran, ada 11 hektare, ada sarana aquatik, ...itu akan selesai 2017 akhir."
Jakarta (ANTARA News) - Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan kampung atlet seluas 11 hektare di Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk pesta olah raga Asian Games 2018.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

"Yang kami mau bangun itu ada di Kemayoran, ada 11 hektare, ada sarana aquatik, ...itu akan selesai 2017 akhir," katanya.

Menurut dia sarana itu nanti akan dihubungkan dengan alat transportasi dengan Bandara Soekarno-Hatta, Waduk Pluit, kawasan Kota Tua, Ancol, Kemayoran, Sunter, Kelapa Gading hingga Bekasi.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noordin mengatakan bahwa fasilitas olah raga di Palembang telah siap. "Sudah dibuktikan dengan pelaksanaan SEA Games, jadi sudah siap sekarang tidak perlu menunggu 2018," katanya.

Pada Selasa (6/1), Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah dalam sambutannya mengharapkan kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Indonesia telah menyelenggarakan sejumlah pertandingan multi-olahraga seperti Asian Games 1962, SEA Games, dan Asian Beach Games...kenangan indah itu tidak akan terjadi tanpa dukungan dari pemimpin dan warga negara," katanya dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noordin dan sejumlah pengurus cabang-cabang olahraga.

Ia menyampaikan harapannya akan adanya infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan transportasi massal sehingga anak muda dapat menikmati pertandingan itu.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan Indonesia siap menyelenggarakan perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu menyusul penyelenggaraan Asian Games pada 1962.

Penyelenggaraan Asian Games 2018, lanjut Imam, membutuhkan kerja sama dari pihak eksternal seperti OCA dan pihak internal seperti kementerian-kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah, KOI, Komite Olahraga Nasional Indonesia, Prima, dan sejumlah pengurus cabang-cabang olahraga.

Kedatangan Presiden OCA di Jakarta didampingi Sekretaris Jenderal OCA Raja Randhir Singh dari India. Sebelumnya, Direktur Umum OCA Husein Al-Musallam mengunjungi Jakarta pada 19-23 Desember untuk memastikan kesiapan awal Indonesia, salah satunya mengenai anggaran.

Selain menerima pengurus Dewan Olimpiade Asia dan panitia Asian Games 2018, Presiden Joko Widodo pada Rabu petang juga menerima politisi Akbar Tandjung dan Agung Laksono.

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar