Jenazah WNI ABK Oryong 501 tiba di Jakarta

Jenazah WNI ABK Oryong 501 tiba di Jakarta

Menlu Retno Marsudi (kiri) berdoa di dekat peti jenazah korban setibanya di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (9/1). Sebanyak 13 Jenazah ABK kapal Oryong 501 yang merupakan WNI itu mengalami kecelakaan di Laut Bering, Rusia pada awal Desember 2014 dan selanjutnya diserahterimakan kepada pihak keluarga. (ANTARA FOTO/Lucky R.)

Kami (kementerian Luar Negeri) juga turun langsung untuk meminta kepada pihak pemilik kapal Sajo Industries agar hak-hak ABK dipenuhi
Jakarta (ANTARA News) - Tiga belas jenazah WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Oryong 501 yang tenggalam di Laut Bering, Rusia, telah tiba di Jakarta dan diterima langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Ketiga belas jenazah dikirim dari Korea Selatan menggunakan pesawat kargo Korean Air yang tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat dini hari pukul 02.50 WIB.

Dari tiga belas jenazah, enam di antaranya berasal dari Jawa Tengah, yakni Mujahidin, Mukhamad Idris, Warno, Nur Kolis, Harjono, dan Barjo.

Tiga ABK berasal dari Jawa Barat bernama Atep Roni, Dede Iksani dan Haryanto.

Selanjutnya, dua jenazah berasal dari Maluku atas nama Albert Talapessy dan Gaspar Jantje Tomasila, serta masing-masing satu jenazah dari Sulawesi Utara atas nama Mukhtar Mokodompit dan Sulawesi Selatan atas nama Syarifuddin.

Serah-terima jenazah dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan daerah asal ABK dan keluarga dipimpin oleh Menlu pada pukul 07.00 WIB, acara tersebut uga dihadiri Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dan Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tae-Young.

Menlu Retno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama antara pemerintah Indonesia, Korea Selatan dan Rusia yang terus berkomunikasi dan berkoordinasi sejak hari pertama musibah tenggelamnya kapal Oryong 501 terjadi pada 1 Desember 2014.

"Kami (kementerian Luar Negeri) juga turun langsung untuk meminta kepada pihak pemilik kapal Sajo Industries agar hak-hak ABK dipenuhi," kata dia.

"Kami tidak ingin WNI kita tidak terpenuhi hak-haknya," lanjut Menlu.

Sebelumnya, pada jumpa pers Kemenlu di Jakarta, Rabu (7/1), Kepala Sub Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia June Kuncoro Hadiningrat menyampaikan semua WNI ABK Oryong 501 yang berjumlah 35 orang akan mendapatkan asuransi masing-masing Rp150 juta dan uang duka berkisar Rp15-20 juta.

Selain itu, atas prakarsa Menlu Retno saat mengunjungi Busan, Korea Selatan, untuk bertemu langsung dengan pihak Sajo Industries, pihak mereka juga akan memberikan kompensasi sebesar lima ribu hingga lima belas ribu dolar AS.

Setelah pengiriman ketiga belas jenazah tersebut, pada Jumat malam akan tiba lagi tiga jenazah WNI ABK Oryong 501 yang berhasil diidentifikasi berasal dari Jawa Barat (dua orang) dan satu jenazah asal Jawa Tengah.

Saat ini pencarian korban tenggelamnya Kapal Oryong 501 di Laut Bering masih terus dilakukan, selain 35 WNI terdapat pula tiga belas warga Filipina, sebelas warga Korsel dan satu warga Rusia.

Jumlah WNI yang berhasil ditemukan berjumlah 19 orang, 16 orang meninggal dan tiga orang selamat dan telah dipulangkan ke Indonesia pada 30 Desember 2014, yakni Wanto (Jawa Tengah), Teguh Hariono (Papua) dan Naryanto bin Wastara (Jawa Barat).

Pewarta: A Fitriyanti
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Presiden tekankan penghormatan atas hukum Internasional di Laut China Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar