Jakarta (ANTARA) - Pernahkah Anda mengalami sakit perut tiba-tiba setelah makan sesuatu? Atau merasa mual, lemas, bahkan muntah tanpa tahu penyebabnya?
Jika iya, bisa jadi itu adalah tanda-tanda keracunan makanan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, terutama jika makanan yang dikonsumsi sudah terkontaminasi bakteri, virus, atau zat berbahaya lainnya.
Keracunan makanan memang sering dianggap hal sepele, tetapi dalam beberapa kasus, gejalanya bisa cukup serius hingga memerlukan perawatan medis.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika mengalami keracunan makanan.
Baca juga: Cara marinasi ayam yang tepat agar terhindar dari keracunan
Tanda-tanda keracunan makanan
Gejala keracunan makanan bisa bervariasi tergantung pada jenis racun atau bakteri yang menginfeksi tubuh. Beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi diare akibat infeksi pada usus, serta mual dan muntah sebagai upaya tubuh mengeluarkan zat beracun dari sistem pencernaan. Selain itu, demam sering terjadi sebagai respons alami tubuh terhadap infeksi, sementara kram perut muncul akibat iritasi pada saluran pencernaan. Gejala lain yang dapat dirasakan adalah sakit kepala dan rasa lemas yang disebabkan oleh kehilangan cairan tubuh secara signifikan.
Dalam kasus yang lebih serius, keracunan makanan bisa menyebabkan gangguan pada sistem saraf, seperti kesulitan menelan, gangguan penglihatan (penglihatan ganda), hingga kesulitan bernapas. Pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan sistem imun lemah, keracunan makanan bisa menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Pertolongan pertama saat keracunan makanan
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala keracunan makanan, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Biarkan tubuh mengeluarkan racun secara alami - Jika merasa ingin muntah, jangan ditahan. Sebaliknya, jika tubuh masih lemas, beristirahatlah hingga kondisi membaik.
2. Ganti cairan tubuh yang hilang - Minum air putih, oralit, atau air kelapa untuk mencegah dehidrasi akibat diare dan muntah.
3. Hindari makanan berat - Beristirahatlah dari makanan padat selama beberapa jam dan konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, seperti bubur atau pisang.
4. Minum tablet karbon aktif - Jika tersedia, karbon aktif bisa membantu menyerap racun dalam saluran pencernaan.
5. Segera ke dokter jika gejala memburuk - Jika dalam beberapa jam kondisi tidak membaik atau muncul gejala serius seperti muntah darah, diare berkepanjangan, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.
Baca juga: Hati-hati! ini 6 Jenis bakteri penyebab umum keracunan makanan
Cara agar terhindar dari keracunan makanan
1. Pilih bahan makanan dengan baik
Saat berbelanja, pastikan memilih bahan makanan yang segar dan berkualitas. Simpan daging dalam kemasan terpisah agar tidak mencemari makanan lain. Jika belum ingin dimasak, segera simpan di lemari es dan periksa tanggal kedaluwarsa.
2. Cuci bahan makanan dengan benar
Cuci semua bahan makanan sebelum dimasak, termasuk yang sudah dikupas, untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang mungkin menempel.
3. Jaga kebersihan tangan dan peralatan
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyiapkan makanan. Bersihkan juga peralatan dapur, terutama setelah menangani daging atau makanan mentah lainnya.
4. Pisahkan makanan mentah dan matang
Hindari kontaminasi silang dengan memisahkan makanan mentah dan matang. Gunakan talenan yang berbeda untuk sayuran, daging, dan makanan laut. Simpan daging mentah dalam wadah tertutup di lemari es.
5. Masak dengan suhu yang tepat
Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya. Perhatikan tingkat kesegaran bahan, terutama ikan dan daging, agar lebih aman dikonsumsi.
6. Panaskan makanan sebelum dikonsumsi
Jika ingin mengonsumsi makanan sisa, panaskan kembali hingga suhu yang cukup untuk membunuh bakteri. Namun, tidak semua makanan bisa dipanaskan ulang, jadi perhatikan jenisnya sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Sebanyak 68 karyawan PT TID korban keracunan makanan
Baca juga: Dinkes minta seluruh jasa katering di DIY kantongi SLHS
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.