Jakarta (ANTARA) - Gigitan hewan mungkin terlihat sepele, tetapi jika hewan tersebut membawa virus rabies, risikonya bisa menjadi sangat berbahaya.
Rabies adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Banyak orang tidak menyadari bahwa virus ini dapat masuk ke tubuh melalui luka gigitan, cakaran, atau bahkan jilatan hewan yang terinfeksi.
Mengenali langkah-langkah yang harus dilakukan segera setelah digigit hewan sangat penting untuk mencegah risiko penularan rabies. Semakin cepat luka ditangani, semakin besar peluang untuk menghindari infeksi yang lebih serius. Oleh karena itu, jangan mengabaikan gigitan atau cakaran dari hewan, terutama jika status kesehatannya tidak diketahui.
Lalu, apa saja tindakan yang harus dilakukan jika mengalami gigitan hewan? Berikut langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi risiko infeksi rabies.
Baca juga: 9.024 hewan divaksinasi anti rabies di Jakbar
Pertolongan pertama setelah digigit hewan
1. Bersihkan luka dengan air dan sabun
Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit. Proses ini membantu mengurangi jumlah virus atau bakteri yang mungkin masuk ke dalam tubuh melalui luka. Pastikan membersihkan area luka secara menyeluruh.
2. Oleskan antiseptik dan tutup luka
Setelah mencuci luka, oleskan antiseptik seperti povidone iodine untuk mencegah infeksi. Jika luka mengeluarkan darah, tekan dengan kain bersih untuk menghentikan pendarahan, lalu tutup dengan perban steril.
3. Hindari mengompres dengan alkohol atau bahan kimia lain
Jangan menggunakan alkohol, cairan pemutih, atau bahan kimia lain yang dapat menyebabkan iritasi pada luka. Hal ini bisa memperburuk kondisi jaringan yang terluka.
4. Cari perawatan medis secepatnya
Setelah melakukan pertolongan pertama, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika luka dalam, lebar, atau berasal dari hewan yang tidak diketahui status vaksinasinya, dokter mungkin akan memberikan vaksin rabies (VAR) atau serum anti-rabies (SAR) untuk mencegah infeksi.
Baca juga: Jaktim vaksinasi 48 hewan penular rabies di kawasan Setu
Kondisi luka yang perlu diwaspadai
Terdapat dua kategori luka akibat gigitan hewan yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Luka berisiko tinggi
Luka yang masuk dalam kategori ini harus segera mendapatkan vaksin rabies (VAR) dan serum anti-rabies (SAR). Luka yang tergolong berisiko tinggi meliputi:
- Jilatan atau luka pada area mukosa (mata, mulut, dan hidung)
- Luka di bagian tubuh atas seperti leher, wajah, dan kepala
- Luka di jari tangan, jari kaki, dan area genital
- Luka yang dalam, lebar, atau luka yang lebih dari satu (multiple wound)
2. Luka berisiko rendah
Luka yang tergolong dalam kategori ini hanya memerlukan vaksin rabies (VAR) tanpa serum anti-rabies (SAR). Beberapa contoh luka berisiko rendah meliputi:
- Jilatan pada kulit yang terbuka
- Cakaran atau gigitan kecil yang hanya menyebabkan luka lecet di area tangan, kaki, atau badan
Jika Anda mengalami gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera lakukan pertolongan pertama dan secepatnya cari bantuan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Hampir 60 ribu hewan penular rabies di DKI divaksinasi sepanjang 2024
Baca juga: 268 hewan di Cakung Barat divaksinasi untuk cegah rabies
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.