Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan harga patokan ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) pada periode pertama April 2025 tercatat sebesar 4.365,62 dolar AS per WE, naik 2,62 persen yang disebabkan oleh fluktuasi harga.
Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan nilai ini naik 2,62 persen dibanding periode kedua Maret 2025 dengan harga rata-rata sebesar 4.255,82 dolar AS per WE.
"HPE konsentrat tembaga naik pada periode pertama April 2025 jika dibandingkan dengan periode kedua Maret 2025. Peningkatan harga pada periode pertama April ini disebabkan fluktuasi harga dan peningkatan permintaan konsentrat tembaga di pasar dunia," kata Isy dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Isy menyebut analisis penetapan HPE periode tersebut juga berpedoman pada dinamika harga konsentrat tembaga dunia.
Penetapan HPE pada periode pertama April 2025 tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 451 Tahun 2025 tanggal 27 Maret 2025 tentang HPE atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut berlaku untuk 1-14 April 2025.
Baca juga: Mendag: ekspansi pasar dalam negeri dan ekspor bantu wujudkan pertumbuhan ekonomi 8%
Penetapan HPE komoditas konsentrat tembaga periode pertama April 2025 dilakukan dengan meminta masukan dan usulan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait.
Usulan Kementerian ESDM didasarkan pada perhitungan data harga dari London Bullion Market Association (LBMA), dan London Metal Exchange (LME).
"HPE ditetapkan setelah rapat koordinasi antar instansi terkait yang terdiri atas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," ujar Isy.
Baca juga: Kemendag: Kenaikan HPE konsentrat tembaga karena fluktuasi harga
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.