FWI : laju deforestasi Indonesia tertinggi

FWI : laju deforestasi Indonesia tertinggi

ilustrasi deforestasi indonesia (ANTARA/FB Anggoro)

Jakarta (ANTARA News) - Forest Watch Indonesia (FWI) mengatakan laju deforestasi atau menyempitnya kawasan hutan akibat pembukaan lahan dari tahun ke tahun di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia.

"Hutan dikuras habis, ditebang berlebihan sehingga laju deforestasi hutan Indonesia sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia," kata Ketua Perkumpulan FWI E. G. Togu Manurung.

Togu mengemukakan hal itu dalam konferensi pers bertemakan Nasib Hutan Alam Indonesia dalam Perizinan Satu Pintu yang diselenggaraan Green Radio di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan hasil analisa FWI, laju deforestasi di Indonesia dalam tiga periode mengalami penurunan yakni dua juta hektar pertahun dalam kurun waktu 1980-1990-an, sekitar 1,5 juta pertahun selama 2000-2009 dan sekitar 1,1 juta hektar pada periode 2009-2013.

Meskipun angka laju deforestasi di Indonesia menurun, namun Togu menegaskan hal itu disebabkan kawasan hutan semakin berkurang.

"Penurunan laju deforestasi ini bukan karena prestasi pemerintah, tetapi karena hutan di luar sana sudah semakin menyusut tutupan kawasannya," ujarnya.

Bahkan, Indonesia pernah tercatat dalam Guinness Book of World Records pada awal tahun 2000-an sebagai negara tropis dengan laju deforestasi tertinggi di dunia, yakni dua juta hektar pertahun.

"Dengan angka dua juta hektar pertahun itu sama dengan enam kali luas lapangan sepak bola/menit," tuturnya.

Saat ini, laju deforestasi Indonesia dengan angka 1,1 juta hektar pertahun tetap mengkhawatirkan, sehingga pemerintah perlu terus memperhatikan pemanfaatan hutan dan upaya penyelamatan hutan seperti penanaman hutan kembali dan perlindungan hutan Indonesia dari pembalakan liar (illegal logging).

Ia menggambarkan satu juta hektar wilayah hutan yang mengalami kerusakan deforestasi sama dengan tiga kali luas lapangan sepak bola/menit.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2015

BKSDA Sultra gagalkan pengolahan kayu ilegal dalam kawasan hutan

Komentar