Dirut korporasi dan media se-ASEAN bahas MEA

Dirut korporasi dan media se-ASEAN bahas MEA

ilustrasi Pelayaran Indonesia Hadapi MEA Petugas melakukan perawatan Kapal Mesin (KM) Kelud saat pelayaran dari Jakarta menuju Batam, Senin (17/11). (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Penyelenggaraan ketiga event regional ini bertujuan untuk mendorong arus investasi yang semakin kuat ke Indonesia,"
Batam (ANTARA News) - Direktur Utama sejumlah BUMN, perusahaan swasta, pimpinan praktisi kehumasan seluruh ASEAN dan petinggi pers dijadwakan akan melakukan pertemuan di Batam pada 5-7 Februari membahas pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015.

Direktur Eksekutif Serikat Pekerja Pers (SPS) Pusat Asmono Wikan saat menggelar jumpa pers di Gedung Marketing BP Batam, Kamis mengatakan isu tentang "Masa Depan ASEAN dalam Komunitas Ekonomi Global" akan menjadi bahan diskusi penting yang dikemas dalam tiga event berskala regional yang akan dipusatkan di Ballroom Hotel Harris Batam Center dan Area Parkir Kantor Badan Pengusahaann (BP) Batam tersebut.

Tiga event tersebut masing-masing The 1st ASEAN Summit for State-owned Enterprises and Media (ASSOEM), The 1st ASEAN Public Relations Summit (APRS), dan The 1st ASEAN Corporate Investment Expo (ACIE).

Kegiatan tersebut, kata dia, didukung penuh oleh ASEAN Public Relations Network (APRN), Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Pemerintah Kota Batam.

"Penyelenggaraan ketiga event regional ini bertujuan untuk mendorong arus investasi yang semakin kuat ke Indonesia," kata dia.

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga sebagai forum networking antara pimpinan korporasi, pimpinan kehumasan, dan pimpinan media se-Asia Tenggara.

"Ini merupakan forum regional tahunan sebagai upaya mendorong kesiapan daya saing korporasi di Indonesia untuk bersiap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN," kata Asmono.

Asmono mengatakan, sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (13/1) untuk menyampaikan persiapan ketiga event regional tersebut sebagai upaya mendorong investasi asing semakin mengalir ke Indonesia.

"Wapres mengutarakan, jika kini investasi ke Indonesia semakin menguat. Apalagi menurut Wapres, Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN memiliki tingkat stabilitas politik dan keamanan yang lebih menjanjikan," kata dia.

Wapres, kata dia, juga mengapresiasi kegiatan SPS di Batam dan menyatakan akan hadir membuka acara ASEAN Summit for State-owned Enterprises and Media (ASSOEM) pada 6 Februari 2015.

Hingga saat ini, sejumlah pembicara penting yang dijadwalkan pada acara APRS dan ASSOEM sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Diantaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya, Direktur Utama Bank BNI Gatot M Suwondo, Former President of APRS Singapore Krishnasamy Bhavani, PR Director Jollibee Foods Corporation Philipines Arline Adeva, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino.

President of IPRM Malaysia Dato Haji Ibrahim Abdul Rahman, CEO International SingTel Mark Chong, Editor in Chief Strait Times Patrick Daniel, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Dirjen Komunikasi Publik Freddy Tulung, Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana, dan President APRN Prita Kemal Gani.

"Event APRS dan ASSOEM masing-masing direncanakan akan dihadiri oleh 300 praktisi Public Relations dan pimpinan BUMN se-ASEAN. Sementara pameran investasi dan korporasi (ACIE), diharapkan diikuti sekitar 70 booth," kata dia.

Hingga saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Malaysia, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Kominfo RI, BKPMP Jambi, sudah menyatakan siap mengikuti expo.

Pewarta: Larno
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Potensi pasar produk wirausaha baru melalui E-Commerce

Komentar