Jakarta (ANTARA) - Mudik menjadi tradisi tahunan yang dinantikan banyak orang, terutama menjelang hari raya.

Perjalanan panjang menuju kampung halaman seringkali memakan waktu lama dan melelahkan. Dalam situasi seperti ini, Islam memberikan kemudahan melalui shalat qashar, yaitu meringkas jumlah rakaat shalat wajib bagi musafir (orang yang bepergian jauh).

Dengan memahami tata cara shalat qashar, Anda tetap dapat menjalankan ibadah secara benar di tengah perjalanan. Lantas, bagaimana niat dan shalat qashar sesuai ajaran Islam? Berikut penjelasannya.

Apa itu Shalat Qashar?

Shalat qashar adalah keringanan (rukhsah) yang diberikan kepada seorang musafir untuk meringkas shalat wajib yang terdiri dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Kemudahan ini bertujuan untuk meringankan beban ibadah bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh. Dalam ajaran Islam, kemudahan ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang menghadapi kesulitan di perjalanan.

Shalat yang dapat diqashar meliputi:

  • Shalat Dzuhur (4 rakaat menjadi 2 rakaat)
  • Shalat Ashar (4 rakaat menjadi 2 rakaat)
  • Shalat Isya (4 rakaat menjadi 2 rakaat)

Sedangkan shalat Subuh (2 rakaat) dan shalat Maghrib (3 rakaat) tidak dapat diqashar karena jumlah rakaatnya sudah tetap dan tidak mengalami perubahan. Jarak minimal perjalanan yang membolehkan shalat qashar adalah 82 KM (atau 16 farsakh/2 marhalah). Jika perjalanan kurang dari jarak ini, shalat tidak bisa diqashar.

Dalil tentang Shalat Qashar

Dalil yang membolehkan shalat qashar terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surat An-Nisa' ayat 101, yang berbunyi:

"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar shalat." (QS. An-Nisa: 101)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan keringanan kepada umat Islam yang sedang melakukan perjalanan jauh agar tetap dapat menjalankan shalat tanpa merasa terbebani.

Niat Shalat Qashar

Berikut adalah lafaz niat shalat qashar untuk masing-masing shalat yang dapat diringkas:

1. Niat shalat dzuhur qashar (2 Rakaat)

"Ushallî fardhaz zhuhri rak'ataini mustaqbilal qiblati qashran lillâhi ta'âlâ."

Artinya: "Saya shalat fardhu Dzuhur dua rakaat dengan menghadap kiblat, qashar karena Allah Ta'ala."

2. Niat shalat ashar qashar (2 Rakaat)

"Ushallî fardhal 'ashri rak'ataini mustaqbilal qiblati qashran lillâhi ta'âlâ."

Artinya: "Saya shalat fardhu Ashar dua rakaat dengan menghadap kiblat, qashar karena Allah Ta'ala."

3. Niat shalat isya qashar (2 Rakaat)

"Ushallî fardhal 'isya'i rak'ataini mustaqbilal qiblati qashran lillâhi ta'âlâ."

Artinya: "Saya shalat fardhu Isya dua rakaat dengan menghadap kiblat, qashar karena Allah Ta'ala."

Memahami tata cara, niat, dan syarat shalat qashar sangat penting, terutama saat mudik atau perjalanan jauh lainnya. Dengan mempraktikkan rukhsah ini, ibadah tetap berjalan lancar dan tidak memberatkan di tengah kesibukan perjalanan.

Baca juga: Muhammadiyah gunakan parkiran Stasiun Purwakarta untuk Shalat Id

Baca juga: Masjid rest area KM 379A Tol Semarang-Batang gelar Shalat Id Sabtu

Baca juga: Tips sehat bagi pemudik saat tiba di kampung halaman menurut pakar

Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.