Mandalay, Myanmar (ANTARA) - Tim SAR Internasional China terus melakukan penjangkauan medis pada Sabtu (5/4) di daerah perkotaan wilayah Mandalay, Myanmar.

Melalui skrining penyakit, konsultasi, panduan pengobatan, dan distribusi obat, tim tersebut memberikan layanan medis zero distance kepada warga yang terdampak gempa bermagnitudo 7,9 itu.

Di sebuah kamp bantuan di dekat Universitas Kedokteran Mandalay, tenaga kesehatan dari tim tersebut menggunakan peralatan diagnostik mobile yang dikembangkan secara mandiri seperti perangkat ultrasound genggam, mesin sinar-X portabel, dan monitor EKG di samping tempat tidur untuk melakukan pemeriksaan gratis bagi lebih dari 250 warga setempat.

Obat-obatan esensial, termasuk obat antiinfeksi, analgesik, dan antihipertensi, didistribusikan di lokasi berdasarkan diagnosis.

Di dekat Istana Mandalay, tim tenaga medis menyesuaikan solusi untuk penyakit lokal yang kerap muncul, terutama gangguan pernapasan, pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh yang diperparah oleh suhu tinggi di daerah-daerah yang terdampak gempa bumi, memberikan panduan pengobatan dan melakukan edukasi kesehatan mengenai perawatan pernapasan dan manajemen penyakit kronis guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan kemampuan perawatan diri.

Tim ini beranggotakan lebih dari 10 pakar dari Tim SAR Internasional China, yang mencakup 14 spesialisasi, termasuk penyakit dalam, bedah, dan pediatri.

Sejak dikerahkan ke Myanmar, mereka telah mendukung operasi pencarian dan penyelamatan serta penilaian struktural sembari melakukan disinfeksi di zona penyelamatan dan operasional seluas lebih dari 120.000 meter persegi.

Berkolaborasi dengan tim penyelamatan China lainnya, termasuk Tim SAR China, tim penyelamat dari Hong Kong, dan Tim Penyelamat Kesejahteraan Masyarakat Shenzhen, mereka telah memberikan dukungan medis sepanjang waktu dan melakukan lebih dari 500 konsultasi medis.

Tim SAR Internasional China akan terus melakukan penjangkauan medis di seluruh kamp bantuan di Mandalay secara bertahap, dengan memprioritaskan pengobatan untuk kondisi akut dan kronis seperti gangguan pernapasan, hepatobilier, kardiovaskular, dan endokrin.

Selain itu, tim tersebut juga berencana untuk menyumbangkan persediaan dan peralatan medis yang sangat dibutuhkan ke fasilitas-fasilitas lokal.

Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.