Beijing (ANTARA) - China akan mengirimkan batch pasokan bantuan kemanusiaan darurat tambahan ke Myanmar, demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Lin Jian pada Kamis (10/4).

Lin membagikan informasi terperinci mengenai bantuan penyelamatan dan penanggulangan gempa bumi dari China kepada Myanmar dalam sebuah konferensi pers harian untuk merespons pertanyaan terkait.

Menurut dia, China merupakan negara pertama yang mengumumkan bantuan darurat ke Myanmar, mengerahkan pasukan penyelamat ke negara tersebut, dan mendirikan pusat-pusat penampungan di daerah-daerah yang terdampak.

"Tim penyelamat China menemukan penyintas pertama yang terperangkap," katanya.

"Lebih dari 30 tim penyelamat yang terdiri atas 600 lebih anggota bergegas ke Myanmar untuk melakukan upaya penyelamatan dan kami memberikan beberapa batch pasokan bantuan, yang menunjukkan kecepatan, kontribusi, dan kebaikan China. Hal ini disambut hangat dan diapresiasi oleh masyarakat di Myanmar," ujar Lin menambahkan.

Ia mengatakan sebagai tetangga yang ramah dan saudara "pauk-phaw", China memutuskan untuk kembali mengirimkan batch pasokan bantuan kemanusiaan darurat, termasuk minyak sulingan yang paling dibutuhkan, rumah prefabrikasi, ruang operasi, obat-obatan, dan vaksin.

"China juga akan mengirimkan sejumlah ahli medis dan pencegahan epidemi untuk perawatan dan disinfeksi serta para ahli untuk memeriksa, menilai, memperkuat serta memperbaiki berbagai bangunan dan peninggalan budaya yang terdampak," ucap Lin.

Lin menyebutkan bahwa China akan terus mendorong persahabatan "pauk-phaw" China-Myanmar dan dengan menjunjung tinggi semangat komunitas China-Myanmar yang memiliki masa depan bersama, membantu masyarakat di Myanmar mengatasi kesulitan dan membangun kembali rumah mereka.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.