Kolombo (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Sri Lanka Mangala Samaraweera, Senin, memanggil pulang sedikitnya 50 diplomat termasuk 27 kepala misi luar negeri.

Sumber pemerintah kepada Xinhua mengatakan, mereka antara lain adalah duta besar Sri Lanka untuk PBB yang berbasis di New York, Pakistan, dan Jepang, serta komisaris tinggi untuk Australia.

Para diplomat itu dipanggil pulang ke Sri Lanka karena penempatan mereka yang politis dan sebagian merupakan diplomat non-karir.

Sumber dari pemerintah tersebut mengatakan, pemanggilan ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi, karena beberapa di antara para diplomat masih kerabat menteri dari pemerintahan rejim Presiden Mahinda Rajapaksa.

Totalnya, Kementerian Luar Negeri memanggil 27 kepala misi, tiga non-karir, konsul pejabat tingkat umum dan 23 pejabat non-karir.

Langkah ini dilakukan setelah menjabatnya pemerintahan Presiden Maithripala Sirisena yang memenangkan pemilu pada bulan lalu. (Simak pula hasil pemilu di Sri Lanka Januari lalu)

Presiden Maithripala Sirisena mengatakan, pemerintah Sri Lanka akan mempertahankan hubungan persahabatan dengan semua negara, demikian Xinhua.

Penerjemah: Try Reza Essra
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2015