Ribuan orang padati di Pecinan jelang Imlek

Ribuan orang padati di Pecinan jelang Imlek

ilustrasi Jelang Perayaan Imlek Pekerja memasang lampu lampion di Klenteng Xian Ma Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/15). Sejumlah klenteng di Makassar mulai memasang hiasaan dan mencuci patung dewa untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek 2566 Kongzili. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang) ()

Makassar (ANTARA News) - Sedikitnya seribu orang memadati kawasan Pecinan di Jalan Sulawesi, Makassar, menjelang perayaan Imlek.

"Memasuki pukul 00:00 Wita, tiga klenteng di kawasan Jalan Sulawesi semakin padat pengunjung yang ingin beribadah di vihara, maupun yang datang yang hanya ingin menonton pagelaran barong sai," kata seorang pengunjung Asrawati di Makassar, Rabu.

Menurut dia, bersama para tetangga sengaja datang ke lokasi Vihara Xiang Ma untuk melihat suasana menjelang perayaan Imlek. Di lokasi itu, jalanan diblokir oleh pihak kepolisian agar tidak menggangu prosesi ibadah warga keturunan yang beragama Budha.

Dia mengatakan, meski harus berdesak-desakan untuk melihat atraksi barong sai atau kembang api, maupun prosesi ibadah di tiga klenteng yang ada di sepanjang Jalan Sulawesi, pengunjung tetap antusias datang bersama sanak keluarga maupun kerabatnya.

Bahkan tidak ketinggalan pula, penjual burung pipit yang menjajakan ratusan burung pipit.

"Setelah beribadah tengah malam, biasanya mereka membeli burung pipit untuk kemudian di lepas ke alam bebas," kata salah soran penjual burung pipit Hariadi.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Walubi Sulsel Yonggris Lao pada keterangan terpisah.

Menurut Yonggris pada seminar bertema "Pluralisme dalam Bingkai Media" yang digelar oleh Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, sedikitnya ada 10 kegiatan dalam rangkaian peringatan Imlek di Makassar.

"Peringatan Imlek ini sekaligus memperlihatkan wujud pluralisme yang masih terbina. Karena itu, salah satu bentuk aksi sosial adalah kunjungan ke sejumlah panti sosial di kota ini," katanya.

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Festival Cap Go Meh tingkatkan perekonomian di Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar