Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Provinsi Papua Pegunungan menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami deflasi secara bulanan atau month-to-month pada April 2025, yakni sebesar 0,90 persen mtm.
Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi tersebut turun dari 115,26 pada Maret 2025 menjadi 114,22 pada April 2025.
“Secara bulanan hampir seluruh provinsi mengalami inflasi, kecuali provinsi Papua Pegunungan yang mengalami deflasi sebesar 0,90 persen,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Jumat.
Ia menuturkan bahwa hal tersebut dikarenakan sejumlah komoditas di Papua Tengah mengalami penurunan harga, seperti tarif angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,46 persen, bayam sebesar 0,32 persen, serta ketela rambat dan sawi hijau sebesar 0,19 persen.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa inflasi bulanan tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 1,77 persen mtm dengan kenaikan IHK dari 107,86 pada Maret 2025 menjadi 109,77 pada April 2025.
Namun, secara tahunan atau year-on-year (yoy), Pudji mengatakan bahwa Provinsi Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi, yakni sebesar 5,96 persen yoy.
“Secara tahunan, seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan yaitu sebesar 5,96 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Papua Barat, yaitu sebesar 0,15 persen,” katanya.
Sementara di tingkat kota/kabupaten, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,96 persen yoy dengan IHK sebesar 114,22 dan terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 0,12 persen yoy dengan IHK sebesar 104,45.
Pudji menuturkan bahwa terjadi inflasi bulanan sebesar 1,17 persen mtm pada April 2025 dengan kenaikan IHK dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 108,47 pada April 2025.
“Secara year-on-year juga terjadi inflasi sebesar 1,95 persen dan secara tahun kalender atau year-to date terjadi inflasi sebesar 1,56 persen,” imbuhnya.
Baca juga: BPS sebut inflasi bulanan April 2025 capai 1,17 persen
Baca juga: Ekonom nilai inflasi domestik relatif rendah dan terkendali
Baca juga: Ekonom proyeksikan inflasi capai 2,33 persen pada akhir 2025
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.