Jakarta (ANTARA) - Mantan Gubernur Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menilai para peserta uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu untuk calon wali kota pada sejumlah wilayah di Jakarta, memiliki rekam jejak bagus.

"Saya mengikuti, dan cukup bagus nama-nama yang diajukan, punya rekam jejak cukup baik, yang mau tempatkan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan . Seribu, saya pikir tepat," kata Djarot saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu.

Menurutnya, nama-nama yang diajukan sudah berpengalaman dan bertanggungjawab di bidangnya.

"Kalau nama-nama yg sudah diajukan itu semuanya sudah berpengalaman dan tahu tugas dan tanggungjawabnya. Misalkan Cawalkot Jaktim, itu kan pindah dari Jaksel ke Jaktim (Munjirin). Kemudian Cawalkot Jakut, mas Hendra Hidayat kan (dari) Jakbar," kata Djarot.

Namun demikian, kata Djarot, meskipun para calon sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPRD, keputusan ada di tangan gubernur.

Baca juga: Jakarta lantik 16 pejabat pratama-administrator baru

"Ya, prosesnya kalau wali kota atau bupati itu kan juga harus minta pertimbangan juga ke DPRD dan kewenangan tetap ada pada gubernur. Kita kembalikan kepada pak Gubernur DKI untuk bisa memutuskan," kata Djarot.

Sebelumnya, beberapa nama pejabat peserta uji kelayakan dan kepatutan itu antara lain Wakil Bupati Kepulauan Seribu, M Fadjar Churniawan, yang diproyeksikan menjadi Bupati Kepulauan Seribu.

Kemudian, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Hendra Hidayat, yang diusulkan untuk menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Selanjutnya, Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin, juga mengikuti proses yang diusulkan menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Timur.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pengendalian Permukiman, M Anwar, diproyeksikan menggantikan Munjirin sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.

Baca juga: Presiden lantik pejabat baru KPU hingga Kompolnas siang ini

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.