Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat kembali menyebar sebanyak 1.123 ember bibit nyamuk ber-Wolbachia di wilayah Kelurahan Joglo, Kembangan, pada Selasa.
"Kami bersama pak camat dan lurah melakukan seremoni implementasi Wolbachia di Taman Kodok RW 05 Kelurahan Joglo, sekaligus meletakkan sejumlah ember ber-Wolbachia pada rumah Orang Tua Asuh (OTA)," ucap Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan, Rosvita Nur Aini di Jakarta, Selasa.
Penyebaran dilakukan dengan memberikan ember-ember tersebut beserta pakannya kepada orang tua asuh (OTA) di sembilan lingkungan RW setempat dengan lokasi-lokasi spesifik yang sudah ditentukan.
Baca juga: Ribuan bibit nyamuk wolbachia disebar di kantor Wali Kota Jakbar
Selanjutnya, kata Rosvita, ember-ember ber-Wolbachia akan dipantau perkembangannya setiap dua kali seminggu.
"Tugas OTA, bersama kader jumantik dan PPSU serta survailans puskesmas memantau dan menggantikan telur nyamuk ber-wolbachia setiap 14 hari atau 2 minggu," ujar dia.
Rosvita mengungkapkan setiap ember ber-Wolbachia berisi sekitar 200-600 telur nyamuk yang menempel pada kain panel dan pakan pelet.
"Ember ini sebagai bagian dari program pengendalian penyakit demam berdarah dengan cara mengembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia," katanya.
Baca juga: 1.156 ember isi bibit nyamuk Wolbachia disebar di Srengseng
Sementara itu, Camat Kembangan, Joko Suparno menyebut wilayah Kelurahan Joglo adalah wilayah yang keempat pelaksanaan implementasi ember ber-Wolbachia di wilayah Kecamatan Kembangan. Sebelumnya, pelaksanaan implementasi nyamuk ber-Wolbachia sukses dilaksanakan di wilayah Kelurahan Srengseng.
Joko berharap masyarakat dapat menyukseskan program nyamuk ber-Wolbachia dalam upaya mengendalikan penyakit DBD.
"Selain itu, kami berharap kasus DBD di Joglo bisa ditekan dan diminimalisir. Namun, kegiatan lain seperti PSN 3M plus tetap dijalankan," kata dia.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.