Distribusi guru masih menjadi masalah di Sumsel

Distribusi guru masih menjadi masalah di Sumsel

Ilustrasi: Guru sedang mengajar di kelas. Distribusi guru di Sumatera Selatan masih menjadi masalah karena masih terkonsentrasi di perkotaan. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Palembang (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan menyatakan pendistribusian guru masih menjadi masalah karena masih terkonsentrasi di kota-kota.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo di Palembang Minggu menyampaikan hal itu ketika ditanya mengenai jumlah guru di provinsi tersebut.

Menurut dia, kalau guru itu dihitung jumlahnya cukup, bahkan lebih dari cukup di Sumatera Selatan.

Tetapi, kalau dihitung yang masuk pegawai negeri sipil (PNS) maka jumlahnya kurang, katanya.

Ia mengatakan, selama ini tenaga pendidik itu kurang, karena jumlah PNS guru kurang, padahal guru tidak harus PNS.

Tenaga pengajar itu misalnya di Xaverius, Muhammadiyah, di Kumbang, NU tidak harus PNS, jadi kalau dihitung jumlahnya cukup, yang jadi masalahnya pendistribusiannya, ujarnya tanpa merinci jumlah guru dimaksud.

Karena, lanjutnya, tenaga pengajar itu lebih banyak di kota-kota dan ini tugas bupati/wali kota sekarang di masing-masing kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Sementara mengenai berapa jumlah guru yang tidak lolos pada saat penerimaan PNS beberapa waktu lalu, ia menyatakan, tidak mengetahuinya secara pasti jumlahnya.

"Itu wilayahnya Badan Kepegawaian Daerah kabupaten/ kota dan Badan Kepegawaian Nasional," katanya.

Pewarta: Susilawati
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar