Shanghai (ANTARA) - Gigafactory Shanghai milik Tesla mengekspor hampir 30.000 unit kendaraan pada April tahun ini, menandai volume ekspor bulanan tertinggi dalam 12 bulan terakhir, ungkap perusahaan tersebut pada Rabu (14/5).

Pencapaian ini terjadi ketika Model Y buatan China meraih popularitas yang kuat di pasar luar negeri. New Model Y, yang memulai debut globalnya di China pada Januari tahun ini, kini diekspor ke Australia dan beberapa pasar Asia termasuk Korea Selatan (Korsel), menurut Tesla.

Laporan pendapatan kuartal pertama (Q1) raksasa mobil listrik Amerika Serikat (AS) ini mengungkapkan New Model Y membantu perusahaan tersebut mencapai rekor volume pemesanan tertinggi dalam satu hari di pasar Asia-Pasifik setelah peluncurannya.

Di Korsel sendiri, New Model Y memicu antusiasme pembelian sejak hari pertama pemesanan dibuka. Situs web resmi Tesla sempat mengalami gangguan karena membeludaknya lalu lintas data, sementara banyak konsumen Korea mengantre di luar showroom.

Sejak kendaraan Tesla buatan China kali pertama dijual di Korsel pada akhir 2023, perusahaan itu mencatatkan lonjakan signifikan dalam penjualan pasar lokal, dengan total registrasi kendaraan Tesla di negara tersebut melonjak 80 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2024.

Pada Q1 2025, penjualan kendaraan Tesla di China Daratan mencapai 137.200 unit, melampaui angka 132.800 unit di periode yang sama pada 2024, papar Tesla China.

Gigafactory Shanghai milik Tesla telah mengirimkan lebih dari 172.000 unit Model 3 dan kendaraan Model Y yang telah ditingkatkan pada Q1 2025. Data juga menunjukkan bahwa pada Maret 2025, pengiriman Gigafactory Shanghai melampaui 78.800 unit kendaraan, naik 156 persen dari 30.688 unit kendaraan pada Februari.


Penerjemah: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.