Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi menyebutkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayahnya mencapai Rp5,12 triliun hingga triwulan I 2025.
"Untuk triwulan I tahun 2024 itu penyaluran KUR berada di angka Rp5,12 triliun atau mengalami pertumbuhan minus 7,75 persen secara year on year (yoy). Kalau tahun 2024 itu penyalurannya sebesar Rp5,55 triliun," ujarnya di Makassar, Minggu.
Supendi mengatakan sektor usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan telah tersalur Rp2,4 triliun disusul sektor usaha perdagangan besar dan eceran telah tersalur sebanyak Rp1,7 triliun.
Pada jasa sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya tersalurkan Rp364,23 miliar, sektor industri pengolahan tersalur Rp193,61 miliar; sektor perikanan tersalur Rp194,41 miliar dan lainnya tersalurkan Rp235,31 miliar.
Adapun bank penyalur yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan total Rp4,1 triliun untuk 83.435 debitur, Bank Mandiri Rp657,77 miliar (4.684 debitur), BPD Sulselbar Rp109,21 miliar (809 debitur).
Selanjutnya Bank Negara Indonesia (BNI) menyalurkan sebesar Rp101,11 miliar untuk 371 debitur, Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp100,52 miliar (552 debitur) dan bank lainnya juga menyalurkan sebanyak Rp46,13 miliar untuk 1.479 debitur.
Sementara itu, untuk penyaluran ultra mikro (UMi) berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp29,58 miliar untuk 5.623 kreditur.
"Untuk total KUR tersalurkan itu Rp5,12 triliun dan ini belum termasuk ultra mikro (UMi) yang juga menyalurkan Rp29,58 miliar terhadap 5.623 krediturnya," ucapnya.
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.