Penertiban taksi gelap di SHIA April selesai

Penertiban taksi gelap di SHIA April selesai

Ilustrasi - Razia taksi gelap di kawasan Bandara Soekarno Hatta (Soekarno Hatta International Airport/SHIA). (FOTO ANTARA/Muhammad Iqbal)

Pokoknya pada bulan ini kita targetkan selesai untuk penertiban dan sosialisasi kepada porter dan taksi gelap

Tangerang (ANTARA News) - PT Angkasa Pura II menargetkan penertiban porter dan taksi gelap di Bandara Soekarno-Hatta (Soekarno Hatta International Airport/SHIA), Tangerang, Banten, akan selesai pada akhir April 2015 mendatang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi di Tangerang, Senin, mengatakan, pada pekan ketiga Maret akan dilakukan penertiban porter dan pekan keempat taksi gelap.

Dalam kurun waktu satu bulan selama Maret, diharapkan penertiban bisa selesai dan pada April baik porter dan taksi sudah berjalan sesuai dengan syarat yang ditetapkan.

"Pokoknya pada bulan ini kita targetkan selesai untuk penertiban dan sosialisasi kepada porter dan taksi gelap," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki PT AP II bila jumlah porter yakni 800 hingga seribu orang dari tiga perusahaan dan taksi gelap yakni 1.500 unit.

Adapun syarat yang nantinya akan ditetapkan yakni setiap porter akan mengenakan baju seragam yang sama sehingga tidak beda lagi.

Lalu, tarif setiap porter pun akan diatur sehingga tidak lagi berbeda. Begitu pula setiap porter tidak lagi bisa bersentuhan dengan penumpang tetapi akan melalui satu loket sehingga tertib.

Sama halnya dengan taksi yang nantinya seluruh Plat Nomor Polisi akan berwarna kuning dan tidak menunggu di setiap terminal.

"Kita akan atur lebih baik lagi. Jadi semuanya akan melalui satu pintu dalam mencari penumpang. Tidak seperti saat ini," paparnya.

Budi juga menegaskan bila penertiban ini bukan untuk menghilangkan keberadaan porter dan taksi gelap tetapi menatanya lebih baik. "Kita kelola lebih profesional," tegasnya.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bila pihaknya akan mendukung upaya bentuk penataan dalam menjadikan Bandara Soekarno Hatta sebagai bandara kelas internasional.

"Karena banyak warga Tangerang yang bekerja sebagai porter di bandara. Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan," paparnya.



Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Kejari Kota Tangerang terima kasus penyelundupan 7 WNA India

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar