Ketika saya pertama kali memegang bola basket di usia 9 tahun, saya tidak pernah berkata saya ingin jadi All-Star. Saya berkata saya ingin menang

Jakarta (ANTARA) - Shai Gilgeous-Alexander, bintang muda Oklahoma City Thunder, adalah Pemain Terbaik NBA musim 2024–2025.

Namun, di balik penghargaan yang dia terima sebelum bertanding melawan Minnesota Timberwolves, yang berujung kemenangan dan keunggulan 2-0 di Final NBA Wilayah Barat, Shai tetap menjejak tanah. Alih-alih larut dalam euforia Most Valuable Player (MVP), ia langsung mengarahkan jangkauannya ke titik yang lebih tinggi: trofi juara NBA.

“Saya ingin memenangkan kejuaraan,” ujarnya tanpa ragu. Sebuah pernyataan yang sederhana, namun bermakna dalam.

Sebab, di balik gelar MVP dan pencapaian statistik luar biasa musim ini, yaitu raja poin liga, efisiensi tinggi, rangking atas dalam steal dan blok untuk posisi point guard, Shai mengingnkan gelar juara bersama tim.

Ketika nama Shai Gilgeous-Alexander disebut dalam satu nafas bersama Kevin Durant dan Russell Westbrook, yakni dua peraih MVP sebelumnya dari Oklahoma City Thunder, ia mengaku merasa sulit menggambarkan perasaannya.

“Setiap kali orang membicarakan saya bersama dua orang itu yang sudah melakukan hal-hal luar biasa, rasanya sulit dijelaskan,” katanya.

Namun ada satu hal yang membedakan dirinya dari dua nama besar tersebut: gelar juara. Durant dan Westbrook membawa Thunder menjadi tim yang disegani, tapi mereka gagal mempersembahkan cincin juara untuk publik Oklahoma City.

Shai, kini sebagai bintang baru klub, bertekad melengkapi lembar sejarah itu dengan tinta emas.

Baca juga: Shai Gilgeous-Alexander dinobatkan sebagai MVP musim ini

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.