Deddy Mizwar: 100 ton tinja/hari dibuang ke Citarum

Deddy Mizwar: 100 ton tinja/hari dibuang ke Citarum

Seekor anjing mengais sisa sampah di sungai Citarum di Baleendah, Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/9). Sungai Citarum merupakan salah satu sungai yang mengalami titik pencemaran terberat di Indonesia yang terus di normalisasi dengan Daerah Aliran Sungai program Kementerian Lingkungan Hidup hingga akhir Desember tahun ini. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Bandung (ANTARA News) - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan sebanyak 100 ton tinja atau kotoran manusia dibuang oleh warga yang belum memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK) ke hulu Sungai Citarum.

"Kemarin saya dan Pak Anang (Kepala BPLHD Jabar) ke sungai, berapa ton tinja yang dibuang ke hulu Sungai Citarum. Itu seharinya ada 100 ton masuk ke Sungai Citarum," kata Deddy Mizwar, saat memberikan sambutan acara "Peringatan Hari Air Se-dunia" di Babakan Siliwangi Bandung, Minggu.

Ia membayangkan jika masih ada masyarakat yang mandi di Sungai Citarum maka secara tidak langsung ia mandi air bercampur kotoran manusia.

"Ada yang pernah berendam di Sungai Citarum, itu mandi 100 ton tinja. Sehat enggak, sampai rumah ngegaruk-garuk," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga kelestarian air di sungai-sungai yang ada di Jawa Barat.

"Hidup kita yakni tubuh kita sebagai besar terdiri dari air. Lihat betapa pentingnya air dalam kehidupan kita. Makanya tema tahun ini adalah Air dan Pembangunan Berkelanjutan," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika keberadaan dan kelestarian air tidak diperhatikan maka akan muncul berbagai masalah seperti bencana alam.

"Pembangunan di KBU (Kawasan Bandung Utara) tidak terkendali pasti banjir ke Bandung. Bencana demi bencana akan terjadi kalau kita tidak memperhatikan keberadaan air," kata dia.

Pihaknya menambahkan, Provinsi Jawa Barat selama ini telah memiliki keterikatan budaya dalam pelestarian airnya yakni pemberian nama daerah dengan awalan Ci (Air) seperti Citarum, Cianjur, Cimanuk, Cikapundung, Cikalong, Cimareme dan lain-lain.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Banjir setinggi 1 meter rendam permukiman warga Dayeuh Kolot

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar