Solo (ANTARA News)- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kini terus melakukan penelitian dalam rangka pengembangan mobil murah dalam negeri.

"Pengembangan mobil murah ini nantinya diproyeksikan untuk membantu transportasi masyarakat di pedesaan,", kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir disela-sela meninjau Solo Tech Nopark (STP) di Solo, Selasa.

Ia mengatakan pengembangan mobil murah kali ini adalah untuk masyarakat pedesaan dengan kalangan menengah kebawah.

Melalui mobil ini diharapkan akan bisa membantu kelancaran transportasi di pedesaan dan sekaligus bisa meningkatkan perekonomian dipedesaan.

Dikatakan mobil yang diproduksi tersebut nantinya bisa menggantikan sepeda motor yang selama ini dipakai oleh masyarakat.

Menurut dia, mobil murah itu bisa dipakai untuk kepentingan sehari-hari ataupun untuk kepentingan bisnis seperti mengangkat hasil kebun yang dimiliki oleh masyarakat desa.

"Kita akan fokus untuk mengembangkan mobil tersebut, nantinya bisa sebagai pengganti sepeda motor," kata Muhammad Nasir yang didampingi oleh Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Disinggung tentang siapa yang nantinya bakal memproduksi kendaraan tersebut, menurutnya ada beberapa perusahaan yang nantinya bisa diajak kerjasama untuk mengembangkan mobil itu.

Pihaknya juga menyebutkan tidak harus Esemka yang nantinya akan mengembangkan mobil itu.

Menurutnya bisa perusahaan lain dalam negeri yang bisa mengembangkannya, asalkan menjadikan mobil murah dan layak pakai.

"Tidak harus Esemka, bisa perusahaan lain, kalau proton bukan untuk mengembangkan mobil itu, namun untuk pengembangan yang lain," katanya.


Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015