Menteri Ferry kenang musisi Chrisye setiap tahun

Menteri Ferry kenang musisi Chrisye setiap tahun

ilustrasi Mengenang Chrisye Penggemar menandatangani spanduk duka cita dalam "mengenang Chrisye" di Solo, Jateng. (FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay) ()

Meskipun acaranya sederhana namun saya selalu mengadakan acara mengenang wafatnya Chrisye sejak 30 Maret 2008,"
Jakarta (ANTARA  News) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan mengenang mendiang musisi legendaris Chrisye secara rutin setiap tahun pada 30 Maret.

"Meskipun acaranya sederhana namun saya selalu mengadakan acara mengenang wafatnya Chrisye sejak 30 Maret 2008," kata Ferry di Jakarta Selasa.

Ferry sempat menghadiri acara "Mengenang Chrisye 30 Maret 2007-30 Maret 2015" bersama istri Chrisye, Damayanti Noor dan puluhan penggemar musisi legendaris tersebut pada salah satu restoran di Jakarta Selatan.

Ferry sejak muda telah menggemari karya musik Chrisye yang dikenal dengan kesederhanaan, bersahaja dan menyentuh kehidupan manusia.

Bahkan Ferry menceritakan pada suatu acara musik, Chrisye meminta politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menemani hingga selesai.

"Beliau meminta saya menemani hingga acara musik selesai, itu menandakan dia (Chrisye) memiliki hubungan yang dekat dengan saya," ujar Ferry.

Pada kesempatan itu, Ferry menyerahkan album foto peringatan mengenang Chrisye dan klipingan berita "sang legendaris" dari berbagai media massa kepada istri Chrisye, Damayanti Noor.

Ferry berharap peringatan mengenang yang digelar secara rutin itu akan memunculkan rasa bersahaja masyarakat seperti yang ditunjukkan Chrisye melalui lirik lagu.

Sementara itu, Damayanti Noor atau Yanti mengaku kedekatan Ferry dengan suaminya semasa mendiang Chrisye masih hidup.

Yanti mengapresiasi Ferry yang hampir setiap tahun menggelar acara mengenang Chrisye meskipun kegiatan kecil dengan cara berkumpul dengan para penggemarnya yang tergabung dalam Komunitas Kangen Si Om (K2SO).

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Menteri ATR: tanah adat bukan objek tanah telantar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar