Heryawan: PU akan kaji penurunan muka tanah stadion GBLA

Heryawan: PU akan kaji penurunan muka tanah stadion GBLA

Korupsi Proyek Stadion GBLA. Pelajar berjalan melintas di mega proyek pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Bandung, Jabar, Selasa (31/3). Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung Ahmad Sudrajat sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Stadion GBLA yang menelan biaya senilai Rp545 Miliar. Stadion GBLA merupakan stadion bertaraf internasional berkapasitas 38 ribu penonton yang disiapkan untuk penyelenggaraan PON XIX 2016 dan sebagai markas utama tim Persib Bandung. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Saya kira ada teknologinya untuk menyuntik tanah di kawasan itu, sehingga penurunan permukaan stadion bisa dihindari. Saya yakin teknologinya ada, dan kendala di GBLA itu harus bisa diatasi."
Bandung (ANTARA News) - Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan mengatakan telah menyurati Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan kelayakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang mengalami penurunan permukaan tanah.

"Saya sudah mendapat laporan terkait temuan itu, termasuk dari kajian BPKP. Selanjutnya menyurati Kementerian PU untuk mengkaji kelayakannya," kata Gubernur Heryawan seusai RUPST Bank BJB di Bandung, Selasa.

Menurut dia, langkah itu dilakukan untuk memastikan kelayakan stadion yang dibangun dan akan menjadi tempat pembukaan PON XIX/2016 Jawa Barat.

Stadion GBLA, kata gubernur, merupakan kebanggaan Jabar, namun bagaimanapun pihaknya harus memastikan apakah stadion itu layak atau tidak, dan hal itu menunggu kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kita lebih baik memastikan upaya yang harus dilakukan, termasuk untuk memastikan kelayakannya. Saya yakin Kementerian PU akan ada rekomendasi dan memberikan solusi penanganannya," kata Gubernur Heryawan.

Lebih lanjut ia menyebutkan, Kementerian PU juga diharapkan memberikan rekomendasi penanganan penurunan permukaan tanah yang menyebabkan beberapa bagian stadion itu retak-retak.

"Saya kira ada teknologinya untuk menyuntik tanah di kawasan itu, sehingga penurunan permukaan stadion bisa dihindari. Saya yakin teknologinya ada, dan kendala di GBLA itu harus bisa diatasi," kata Heryawan.

Ia menyebutkan, bila penurunan permukaan stadion itu hanya di beberapa bagian, dipastikan dapat diselamatkan dan ditangani dengan teknologi yang ada.

"Teknisnya saya tidak tahu persis, tapi yang jelas teknologinya ada dan bisa diterapkan dalam kasus ini," kata Heryawan.

Terkait kemungkinan Pemprov Jabar menyiapkan stadion alternatif untuk pembukaan PON XIX/2016, menurut Heryawan belum terpikirkan ke arah itu. Namun, ia mengantisipasi berbagai kemungkinan karena pembukaan PON tinggal 530 hari lagi.

"Belum ada rencana untuk stadion alternatif itu. Kami masih menunggu hasil kajian dari Kementerian PU, bila hasilnya tidak layak untuk digunakan, ya kita harus melakukan antisipasi dan tidak mungkin memaksakan," katanya.

Stadion GBLA merupakan stadion terbesar di Jabar yang dibangun oleh Pemkot Bandung dengan sharing anggaran dengan Pemprov Jabar dengan target untuk tempat upacara pembukaan PON XIX/2016 Jabar.

Stadion itu berlokasi di bekas pesawahan yang diurug di Campaka Mekar, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, tepatnya di KM 149 Tol Purbaleunyi.

Di lokasi itu rencananya juga akan dibangun sarana pertandingan olahraga lainnya dan akan menjadi venue utama PON XIX/2016.

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar