Polisi periksa oknum kepala sekolah cabul

Polisi periksa oknum kepala sekolah cabul

ilustrasi Stop kejahatan seksual anak Koalisi Aksi Solidaritas Darurat Nasional Kejahatan Seksual Terhadap Anak melakukan aksi unjuk rasa di Kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (13/1). (ANTARA/M Agung Rajasa)

Lebak (ANTARA News) - Kepolisian Sektor Gunungkencana Kabupaten Lebak, Banten, melakukan pemeriksaan terhadap oknum kepala sekolah SDN berinisial DS (50) yang diduga berbuat pencabulan kepada lima siswinya.

"Kami sudah menetapkan DS sebagai tersangka pencabulan kepada lima siswanya setelah memeriksa keterangan saksi," kata Kapolsek Gunungkencana Ajun Komisaris Danu saat dihubungi di Lebak, Minggu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa warga,termasuk pejabat sementara kepala desa setempat.

Selain itu juga sudah melakukan visum terhadap korban pencabulan.

Bahkan, diantaranya korban masih mengalami pendarahan pada bagian kemaluannya.

Berdasarkan hasil visum tersebut, terdapat luka dibagian kemaluannya sehingga korban mengalami sakit serta pendarahan.

Namun, prilaku buruk kepala sekolah itu sudah beberapa kali melakukan pencabulan, seperti pengakuan para korban.

Namun, tersangka hanya melakukan perbuatan asusila itu hanya baru sekali.

Tersangka melakukan pencabulan itu dilakukan di rumahnya, yakni Desa Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak.

Mereka para korban antara lain AR (7), SA (7), CA (8), RA (8) dan SI (8).

"Semua para korban itu dibujuk rayu tersangkan dengan memberikan uang antara Rp2.000-4.000," katanya.

Pjs Kepala Desa Sukanegara, Dayat mengatakan kelima korban pencabulan itu tidak lain siswanya.

Mereka para korban diajak ke rumah pelaku saat dalam keadaan kosong karena isterinya sedang ke pasar atau kepentingan lain.

"Kami menerima laporan warganya yang menjadi korban pencabulan sudah tiga kali dilakukan tersangka hingga mengalami pendarahan," katanya.

Tersangka DS terancam Pasal berlapis, yaitu Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 285, 286, dan 291 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Kejahatan terhadap Kesusilaan.

Ancaman pidana pada kedua undang-undang itu adalah pidana penjara paling lama 15 dan 12 tahun.

Pewarta: Mansyur
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Waspadai, kejahatan seksual anak melalui internet

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar