Indonesia dan India kerja sama evakuasi warga dari Yaman

... masih belum bisa dipastikan berhasil atau tidak...
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan Indonesia dan India akan bekerja sama mengevakuasi warga negara masing-masing serta sejumlah warga negara lainnya dari Aden, Yaman.

Seusai memimpin rapat koordinasi evakuasi WNI yang berada di Yaman di Kemlu, Pejambon, Jakarta, Jumat, Marsudi menyampaikan, kesepakatan kerja sama evakuasi itu tercapai setelah dia bicara langsung dengan koleganya melalui telefon. 

"Hari ini kita akan coba memakai kapal India untuk merapat ke Aden dan akan kita coba buka jalan lintasan agar kita bisa membawa WNI dan warga negara lainnya," kata dia.

Menurut Marsudi, pembukaan jalan lintasan juga untuk memastikan keamanan dalam perjalanan dari rumah aman menuju pelabuhan Aden.

Di Pelabuhan Aden juga, pada 2000, kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Cole, diserang separatis sayap kanan Yaman memakai perahu cepat yang dimuati bom. Kapal itu bolong lambungnya namun tidak tenggelam.

Berdasarkan rencana evakuasi, kapal perang India berkapasitas 500 penumpang akan merapat ke Aden pada Jumat malam, meskipun demikian hal itu masih menjadi salah satu opsi karena situasi di Aden yang sangat dinamis.

"Sekali lagi, karena dinamikanya sangat tinggi, masih belum bisa dipastikan berhasil atau tidak," kata dia.

Opsi kedua pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi WNI dari Aden adalah menggunakan kapal sewaan dari Djibouti (negara terdekat dari Aden), namun hal itu memiliki risiko keamanan yang lebih besar.

Jumlah WNI yang telah siap dievakuasi dari Aden untuk ke luar Yaman adalah 111 orang. Selain mereka, jumlah itu ditambah 250 warga India, 67 warga Malaysia, dan 4 warga Thailand.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia dan Thailand, kata Marsudi, memang telah meminta bantuan untuk menitipkan evakuasi warga negara mereka kepada pemerintah Indonesia.

"Namun, bukan berarti kita mengambil alih tanggung jawab evakuasi warga negara mereka," ujar Marsudi.

Berdasarkan data Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, hingga saat ini masih ada sekitar seribu WNI yang masih berada di Yaman, di mana konsentrasi terbanyak berada di Kota Mukallah dan Tahreem (atau Tarim dalam pelafalan berbeda).

Pewarta: A Fitriyanti
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Indonesia tentang AS soal permukiman Israel di Tepi Barat

Komentar