Peserta UN SMAK Dago Bandung dua orang

Peserta UN SMAK Dago Bandung dua orang

Ilustrasi - Siswa SMA antusias mengerjakan soal-soal pada hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN).(ANTARA FOTO/M Rusman)

Ini tahun ke lima, tahun lalu jumlah peserta UN dari SMAK Dago ada empat orang siswa
Bandung (ANTARA News) - Jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat di Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago Bandung hanya dua orang sehingga pelaksanaanya digabung di SMA Negeri 1 Kota Bandung.

"Tahun ini ada dua sekolah yang pelaksanaan UN-nya bergabung dengan sekolah kami yakni SMAK Dago dan Miftahul Khoir. Tahun ini peserta dari SMAK Dago dua orang sedangkan SMA Miftahul Khoir 16 orang," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bandung, Cucu Saputra, Senin.

Menurut dia, pelaksanaan UN di dua sekolah menengah atas tersebut digabungkan di SMAN 1 Kota Bandung karena jumlah pesertanya kurang dari 20 orang.

"Jadi ada peraturan dari menteri bahwa sekolah yang berhak melaksanakan UN itu jumlah muridnya minimal 20 orang. Kalau kurang maka pelaksanaannya bisa digabung ke sekolah terdekat," kata dia.

Ia mengatakan, hampir lima tahun terakhir ini SMAK Dago yang menjadi almamater bagi Mantan Presiden BJ Habibie dan artis Ruth Sahanaya serta Meriam Bellina ini pelaksanaan UN-nya digabung dengan SMAN 1 Kota Bandung.

"Ini tahun ke lima, tahun lalu jumlah peserta UN dari SMAK Dago ada empat orang siswa," kata Cucu.

Demi menjaga psikologis dan kenyamanan siswa SMAK Dago dan Miftahul Khoir selama melaksanakan Ujian Nasional SMAN 1 menyiapkan ruangan khusus.

"Mereka tidak digabung dengan siswa kami tapi dipisah. Ini demi psikologis mereka. Di sini ada 22 ruangan, dan dua ruangan dikhususkan untuk dua sekolah tersebut," kata dia.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pendidikan Kota Bandung dalam laman resminya menyatakan jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat yang melaksanakan Ujian Nasional 2015 mencapai 18.381 orang dan peserta dari Paket C adalah 1.944 orang.

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar