counter

ICMI acungi jempol pidato berani Jokowi pada KAA

ICMI acungi jempol pidato berani Jokowi pada KAA

Presiden Joko Widodo ketika menyambut kedatangan kepala negara pada pembukaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ini kemajuan bangsa Indonesia untuk berani tegas menghadapi dominasi global, jadi harus didukung dan diapresiasi"
Jakarta (ANTARA News) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyebut pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai langkah maju bagi bangsa Indonesia.

"Ini kemajuan bangsa Indonesia untuk berani tegas menghadapi dominasi global, jadi harus didukung dan diapresiasi," kata Sekretaris Jenderal ICMI M. Taufik di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan pidato Jokowi menjadi sejarah tersendiri yang layak dicatat mengingat dalam beberapa dekade terakhir belum pernah terjadi pimpinan di Indonesia berbicara keras mengenai dominasi negara-negara maju terhadap negara dunia ketiga.

Terlebih pidato bernada protes itu disampaikan dalam forum berskala internasional yang dihadiri banyak pimpinan dunia.

"Ini cermin sikap Presiden yang mewakili bangsa kita dalam menyikapi isu-isu global sekaligus menegaskan visi untuk bisa berdaulat, mandiri, dan bergotong royong tanpa ketergantungan yang berlebihan terhadap negara-negara maju termasuk lembaga keuangan dunia mulai dari Bank Dunia, IMF, dan ADB," katanya.

ICMI juga mendorong komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dalam forum itu.

"Ini adalah utang terbesar kita untuk bangsa Palestina sejak 60 tahun lalu, kita harus bisa memanfaatkan kesempatan di forum ini," kata M. Taufik.

Dalam pidatonya di forum KAA 2015, Presiden Jokowi tegas menyerukan negara Asia-Afrika mendukung kemerdekaan Palestina.

Presiden juga mendorong reformasi PBB, meningkatkan kerja sama untuk menghadapi tantangan global, dan tidak hanya bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia, IMF dan ADB.


Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar