Jakarta (ANTARA) - Kantor Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Apartemen Casablanca East Residence (CER) 1, Duren Sawit, Jakarta Timur, kembali dirusak oleh sekelompok orang.
"Sebelum mencungkil pintu, mereka itu merusak kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke pintu kantor, CCTV itu mereka rusak terlebih dulu," kata Ketua PPPSRS Apartemen CER 1, Khairul Iman kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Para pelaku merusak tiga unit kamera pengawas (CCTV) yang ada di lokasi kejadian dan mencongkel kunci pintu kantor tersebut. Perusakan CCTV diduga untuk mempermudah aksi tersebut tanpa meninggal jejak.
"Jadi CCTV itu dirusak karena diduga sudah ada rencana untuk mencongkel pintu. Pelaku merusak CCTV dan pintu elektronik kantor," ujar Iman.
Selain itu, kunci sidik jari (finger print) yang ada di pintu itu diambil dan dicuri pelaku. "Sampai sekarang kita tidak tahu 'finger print' pintu itu siapa yang mengambil atau yang mencurinya. Karena sekarang sudah tidak ada," katanya.
Baca juga: 10 orang lakukan perusakan di acara diskusi sejumlah tokoh di Kemang
Baca juga: Polisi selidiki kasus perusakan mobil jurnalis di Kebayoran Baru
Selain merusak CCTV dan kunci pintu elektronik yang ada di kantor tersebut, para pelaku juga masuk ke dalam kantor dan mengacak-acak dokumen penting.
"Mereka kemudian mengacak-acak dokumen dari lemari dan meja. Setelah itu kita lihat, CCTV yang ada di dalam kantor langsung mati atau dirusak," kata Iman.
Kemudian para pelaku juga memasang rantai dan kunci gembok kantor P3SRS tersebut. Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Timur.
Hingga saat ini belum diketahui motif dari adanya aksi perusakan dan pencurian kunci pintu elektronik hingga penyegelan kantor tersebut.
Namun diduga, aksi perusakan itu merupakan buntut dari keributan sebelumnya yang kerap terjadi di Apartemen CER 1 Duren Sawit, Jakarta Timur, sejak tahun 2024.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
pasti ribut karena pemimpin rapat tidak kompeten, tidak menemukan jalan tengah. percuma bahas lapkeu tahun 2017 orang yg mempertanggungjawabkan tidak hadir di rapat. toh, beberapa menit setelah pak Iman dicopot
Perlu diketahui bhw si pelapor ini mantan pengurus p3srs cer1 khairul iman dan pengurus-pengawas lainnya sdh dipecat dalam RUTA tgl 3 mei 2025 oleh keputusan warga scr kuorum.
Berita yg disiarkan ini merupakan berita bohong dan penuh dramatisir \"playing victim\". Ruang kantor p3srs yg dimaksud justru dibongkar krn si mantan tidak mau legowo menyerahkan kunci dan seluruh kepengurusannya. Sehingga ditempati oleh pengurus yg sah, yaitu tim caretaker pppsrs cer1 (tim ad-hoc) yg dipilih oleh warga dlm RUTA tgl 3 mei 2025. Kantor ini diganti handle kunci dan hanya dimatikan cctvnya dgn terlebih dahulu melaporkan dan dihadiri aparat polres jaktim utk menyaksikannya. Dan utk dokumen² yg diperiksa dikarenakan ada dugaan penyimpangan, dan pemakaian uang warga tanpa diketahui dan seijin warga.