counter

Ini kondisi terkini tempat kos Deudeuh

Ini kondisi terkini tempat kos Deudeuh

Seorang penghuni kosan berjalan di lokasi tempat pembunuhan Deudeuh alias Tataa Chubby di Jakarta, Kamis (16/4). Tataa Chubby dibunuh oleh Muhammad Prio Santoso pada Jumat (10/4) dengan cara dicekik, dijerat kabel, dan disumpal kaus kaki milik pelaku. Menurut rencana, Rabu (6/5/2015) akan dilakukan rekonstruksi pembunahan Deudeuh. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta (ANTARA News) - Pascatragedi pembunuhan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby alias Empi, kos "Boarding House" yang dulu ditempati mendiang Deudeuh akhirnya berhenti beroperasi.

Sang penjaga kos, Nunung, mengatakan salah satunya penyebabnya terkait dengan masalah perijinan.

"Sekarang semua harus ada ijinnya," kata Nunung saat ditemui di depan kos Deudeuh di Tebet Jakarta Selatan, Rabu.

Saat ini, penghuni kos tersebut tinggal empat orang dari 27 kamar yang ada. Keempat orang tersebut, kata Nunung, semuanya bekerja sebagai karyawan. Dua orang berada di lantai dua dan dua orang berada di lantai satu.

Keempat penghuni kos tersebut akan segera meninggalkan tempat kos setelah jatuh tempo.

"Sekarang mereka tinggal nunggu habis tenggat waktu saja. Kata pemilik kos akan buka tiga sampai empat bulan lagi sambil mengurus ijin, mungkin sampai lebaran break," kata Nunung.

Nunung menuturkan, setelah tragedi memang usaha kos-kosan di sekitar daerah tersebut agak sulit mendapat penghuni baru.

"Hal seperti ini benar-benar tidak diduga, kalau habis kasus begini kan memang sulit. Kalau orang Sunda bilang kan sieun contohnya yang di sebelah-sebelahnya ini juga sudah gak begitu laku," katanya.

Nunung menuturkan, dirinya pertama kali curiga ada yang tak beres dengan Deudeuh saat dirinya mendapat telepon dari kakak Deudeuh yang menelpon meminta agar sang penjaga menengok keadaan Deudeuh karena handphone Deudeuh tak bisa dihubungi sepanjang hari.

"Apalagi dia itu sudah tiga bulan ini batuk terus, orang dia sampai beli penyaring udara karena memang batuk terus. Tapi malam itu jam dua kok saya gak denger dia batu-batuk, aneh sekali. Lalu paginya saya minta keponakan nengokin dia. Saat dibuka, ponakan saya mengira Deudeuh sedang pergi karena kasurnya tertata rapi sampai akhirnya dia lihat tangan," katanya.

"Saya sebenarnya masih sedih sekali. Ada rekonstruksi seperti ini saya menyiapkan mental sebaik mungkin," katanya.

Nunung mengatakan, meski kos telah tutup, dirinya tak akan meninggalkan tempat kos tersebut dan akan tetap tinggal di sana. Nunung juga memastikan tak ada kejadian mistis setelah meninggalnya Deudeuh.

"Tapi ini memang gak ada apa-apa kok, gak ada bunyi-bunyian yang aneh kok. Jadi nanti selama break pun saya akan tetap masih di sini," katanya.

Seperti diketahui, Deudeuh ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya itu Sabtu (11/4) sekitar pukul 19.00 WIB.

Tim identifikasi dari kepolisian menemukan korban tewas dengan kondisi mulut disumpal kaos kaki, leher dijerat kabel dan tubuh tanpa busana.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar