Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantarkan dua perusahaan melangsungkan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia, dengan total dana terhimpun dari kedua perusahaan itu senilai Rp300,79 miliar.

Kedua perusahaan itu, yakni PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) yang menghimpun dana senilai Rp200,10 miliar dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang menghimpun dana senilai Rp100,69 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Main Hall, BEI, Jakarta, Selasa, menyampaikan tiga pesan kepada kedua perusahaan tercatat baru, pertama earnings investor trust yaitu untuk menggunakan dana hasil IPO secara transparan sesuai prospektus.

Kedua, leading with integrity yaitu perusahaan wajib dikelola secara transparan, profesional dan akuntabel, dan ketiga, driving growth for all yaitu berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Baca juga: IHSG diprediksi variatif di tengah pasar cermati kesepakatan RI dan AS

PSAT menawarkan sebanyak 222,35 juta saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan setelah IPO dengan harga Rp900 per saham, sehingga menghimpun dana senilai Rp200,1 miliar.

PSAT akan menggunakan sebagian besar dana hasil IPO sekitar Rp175 miliar untuk anak usaha PT Pancaran Karya Shipping (PKS) demi pembelian dua unit kapal bulk carrier guna memperkuat armada dalam mendukung proyek-proyek strategis perusahaan.

“Sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional kapal,” ujar Direktur Utama PSAT Susanto.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.