Sinar Mas bangun pabrik pulp dan kertas terbesar se-Asia

Sinar Mas bangun pabrik pulp dan kertas terbesar se-Asia

ilustrasi Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto (kedua kiri) bersama Direktur PT. Smart Tbk. Lukmono Sutarto (kanan), Direktur PT. Smart Tbk. Harry Hanawi (kedua kanan). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/Spt/15)

Jakarta (ANTARA News) - Grup Sinar Mas akan membangun pabrik pulp dan kertas yang diklaim sebagai pabrik terbesar di Asia, dengan kapasitas produksi 2 juta pulp per tahun.

"Pabrik milik PT OKI Pulp and Paper ini akan meningkatkan daya saing pabrik kertas Indonesia di dunia, yang tadinya nomor delapan, dengan ini bisa menjadi nomor tiga," ujar Managing Director Grup Sinar Mas G Sulistyanto di Jakarta, Senin.

Pembangunan pabrik yang terletak di Ogan Komering Ilir, Palembang ini, lanjut Sulistyanto, sedang berlangsung dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2016 atau 2017, yang produksinya berorientasi pada pasar ekspor dengan nilai Rp14 triliun per tahun.

"Nilai investasinya Rp30 triliun. Hampir 80 persen dari total produksi akan diekspor ke 20 negara di dunia dengan tujuan utama Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok," ujar Sulistyanto Saat ini, Sulistyanto mengatakan bahwa pihak perusahaan sedang menunggu ditandatanganinya fasilitas fiskal berupa tax holiday oleh pemerintah.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa pengajuan tax holiday oleh grup Sinar Mas tersebut sudah memenuhi syarat di tingkat kementerian, sehingga saat ini sudah berada di meja kerja Presiden Joko Widodo.

"Mungkin masih di mejanya pak Presiden. Mungkin masih banyak dokumen yang harus di tandatangani. Urusan dokumentasi dengan Kemenperin dan Kemenkeu sudah selesai," kata Menperin.

Menperin berharap, fasilitas fiskal tersebut bisa dinikmati produsen pulp dan kertas tersebut, mengingat nilai investasinya sangat besar, berada di "remote area", menyerap banyak tenaga kerja dan berorientasi ekspor.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Dua orang saksi kasus Jiwasraya enggan berikan komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar