Jakarta (ANTARA) - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menyatakan verifikasi dilakukan secara bertahap terhadap rekrutmen siswa Sekolah Rakyat yang membutuhkan persetujuan kepala daerah masing-masing demi memastikan sesuai dengan target sasaran.

"Memang yang bisa masuk ke sana adalah anak-anak dari keluarga miskin yang secara data itu sudah jelas datanya, basisnya data, lalu oleh para petugas Dinas Sosial, di Kementerian Sosial itu dilakukan validasi dan verifikasi ke lapangan," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati dalam siniar atau podcast dengan ANTARA di Jakarta, Jumat.

Selain melakukan verifikasi kesesuaian dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diintegrasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kata dia, untuk siswa yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat membutuhkan persetujuan dari keluarga mereka.

Hal itu mengingat Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama yang berarti anak-anak itu harus tinggal di lokasi yang berbeda dengan orang tua mereka dan beberapa dari mereka mungkin ikut mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Baca juga: PCO pastikan ada pengawasan cegah perundungan di Sekolah Rakyat

"Memang rekrutmen ini akhirnya nama-nama ini harus disetujui oleh kepala daerah, bupati atau wali kota. Jadi terakhir disetujui oleh kepala daerah setempat, karena sekolah ini ada di lokasi kepala daerah dan tingkat kemiskinan ini kan wilayah kerjanya kepala daerah," tutur Adita.

Harapannya, kata dia, kepala daerah dapat menjadi penanggung jawab untuk memastikan Sekolah Rakyat benar-benar bisa berlangsung.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan Sekolah Rakyat dapat memulai tahun ajaran pada 14 Juli ini, setelah simulasi dilakukan di beberapa titik. Rencananya 63 titik Sekolah Rakyat siap beroperasi pada periode tersebut.

Pada akhir Juli atau awal Agustus, ditargetkan 37 lokasi akan mulai beroperasi. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar jumlah Sekolah Rakyat ditambah dari 100 lokasi menjadi 200 lokasi.

Baca juga: Mensos: 63 Sekolah Rakyat siap beroperasi mulai 14 Juli 2025

Program itu menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem. Untuk penyelenggaraannya, Kementerian Sosial bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.