Seoul (ANTARA) - Ekspor produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Korea Selatan (Korsel) naik selama lima bulan berturut-turut berkat permintaan yang kuat untuk produk semikonduktor, demikian menurut data pemerintah yang dirilis pada Senin (14/7).
Pengiriman produk TIK meningkat 4,7 persen dari setahun sebelumnya menjadi 22,03 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.221) pada Juni, mempertahankan tren kenaikan sejak Februari, menurut Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel.
Ekspor cip melonjak 11,5 persen dan mencapai rekor tertinggi 14,98 miliar dolar AS, didorong permintaan yang kuat untuk produk-produk kelas atas seperti double data rate 5 (DDR5) dan high bandwidth memory (HBM) yang digunakan dalam chipset kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif.
Pengiriman untuk komputer dan periferal melonjak 12,7 persen menjadi 1,45 miliar dolar AS, namun ekspor peralatan komunikasi turun 0,7 persen menjadi 200 juta dolar AS. Pengiriman panel layar turun 33,7 persen menjadi 1,29 miliar dolar AS, dan ekspor ponsel turun 6,2 persen menjadi 790 juta dolar AS.
Impor produk TIK melonjak 14,0 persen secara tahunan menjadi 12,41 miliar dolar AS pada Juni, sehingga surplus perdagangan di industri TIK mencapai 9,62 miliar dolar AS.
Impor cip dan perangkat seluler meningkat dua digit, namun impor komputer dan peralatan komunikasi mengalami penurunan dua digit pada bulan lalu.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.