Kondang Sutrisno pimpin PEPADI Pusat

Kondang Sutrisno pimpin PEPADI Pusat

Ketua Umum PEPADI Pusat periode 2015--2020, H. Kondang Sutrisno (foto Agung/PEPADI Pusat)

Jakarta (ANTARA News) - Organisasi Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pusat telah memiliki Ketua Umum baru yakni Kondang Sutrisno periode 2015--2020, menggantikan ketua sebelumnya Ekotjipto. 

Kondang dilantik bersama pengurus PEPADI Pusat periode 2015--2020 oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Keolahragaan, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Tunas Dwidharto di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, pada Rabu (20 Mei 2015), pukul 19.00 WIB . Demikian Siaran pers PEPADI Pusat yang diterima ANTARA News, Kamis. 

"Seharusnya pelantkan dilakukan oleh Menpora Bapak Imam Nahrowi, namun pada menit terakhir beliau berhalangan hadir dan digantikan oleh Staf Ahli Menpora," kata Sekjen PEPADI, Radiyo. 

Kondang Sutrisno terpilih sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional Munas VI PEPADI yang diselenggarakan di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 30 Maret 2015 lalu.

Pelantikan Ketua Umum PEPADI yang sekaligus juga mengukuhkan kepengurusan periode 2015--2010 ini mengambil tema "Wayang untuk Generasi Muda". 

Kondang mengatakan tema ini sekaligus menjadi tantangan dan tanggungjawab bagi pengurus PEPADI sekarang untuk melestarikan dan mengenalkan wayang kepada generasi muda.

"Wayang adalah milik generasi muda dan wayang adalah generasi muda itu sendiri," ujar Kondang.

Oleh karena itu, lanjutnya, susunan pengurus PEPADI Pusat sebanyak 85 persennya adalah generasi muda. Mereka di antaranya adalah Nanang Hape yang terkenal dengan wayang urbannya dan Dunung Basuki Kurniawan yang selama ini cukup banyak terlibat dalam produksi bersama seniman Sujiwo Tedjo. 

Sementara itu Ketua PEPADI periode 2003--2014, Ekotjipto mengatakan ada dua hal yang sangat strategis untuk ditindaklanjuti kepengurusan PEPADI. Pertama, mengawal penetapan Hari Wayang yang permohonannya telah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Bisa dibayangkan bila ini ditetapkan, maka pada hari itu akan menjadi momentum kegiatan pagelaran wayang di berbagai daerah di Indonesia," katanya.

Kedua, memikirkan kelangsungan pecinta wayang. Ia berharap dengan ditetapkannya Hari Wayang oleh pemerintah, generasi muda akan lebih mengenal dan mencintai wayang, serta cita-cita PEPADI untuk mewujudkan tujuan melestarikan dan mengenalkan wayang kepada generasi muda dapat terwujud.  

"Ada generasi muda yang berpotensi meneruskan wayang. Ini kalau bisa harus dimulai dari pendidikan," tambahnya.   

Acara pelantikan dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang oleh dalang muda Nyi Nia Dwi Raharjo. Pemilihan dalang muda ini selaras dengan tema "Wayang untuk Generasi Muda" dimana dari segi usia, Nia baru berusia 23 tahun. Alumnus jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini adalah juara I Dalang Tingkat Nasional 2014.

Sekitar 300 tamu undangan menyaksikan pelantikan Ketua Umum Pepadi dan pagelaran wayang padat. Tampak sejumlah undangan di antaranya Ketua Umum Sena Wangi Suparmin Sunjoyo, Ketua Umum PEPADI Pusat periode 2008--2014 Ekotjipto, Ketua Dewan Penasehat PEPADI Ki Manteb Soedarsono, Anggota Dewan Penasehat yang juga seniman Kirun, serta pengurus PEPADI daerah. 

Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar