Komodo di Kebun Binatang Surabaya mati

Komodo di Kebun Binatang Surabaya mati

Dokumentasi komodo mati di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (1/2). (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

... usia rata-rata komodo di KBS sekitar 20 tahun dan di luar KBS lebih rendah, sekitar 15 tahun saja...
Surabaya (ANTARA News) - Satu komodo (Varanus komodoensis) usia 22 tahun koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditemukan mati di kandangnya, Minggu kemarin (24/5). 

Staff Komunikasi PD Taman Satwa KBS, Ryan Djauhari, di Surabaya, Senin, membenarkan seekor komodo dewasa itu mati. Adalah kepala perawat komodo, Suraji, yang menemukan pertama kali dia mati saat dia membersihkan kandang. 

Hasil otopsi, lanjut dia, jantung komodo itu bengkak, yang iduga karena pengaruh faktor usia dan penurunan fungsinya.

"Selanjutnya sampel organ jantung dan organ lain dikirim ke Laboratorium Kesehatan Hewan Universitas Airlangga untuk diteliti lebih lanjut," kata dia.

Pada 2000, KBS menerima 11 komodo muda sebagai generasi indukan (F-0). Dari generasi indukan itu, berkembang-biak menjadi total 80 komodo, dengan variasi dari F-0 sampai dengan F-3 alias generasi ketiga.

Salah satu individu indukan pada 2000 itu adalah komodo muda yang kemudian mati pada Minggu kemarin itu. Saat diterima, dia berusia sekitar tujuh tahun, yang ditangkap dari habitatnya, di Taman Nasional Komodo, NTT. Dia lalu diberi microchip nomor 0001435BB9 dengan ID setempat, KBS K-8.

Kondisi saat dia datang adalah ekornya buntung sehingga secara reproduksi tidak dapat berfungsi. Ekor bagi kadal sangat penting selain organ keseimbangan. 

Komodo bernomor K-8 itu menempati kandang peraga komodo 1-A bersama dengan empat jantan dan dua betina.

Pejabat Sementara Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani-Tajudin, menambahkan usia rata-rata komodo di KBS sekitar 20 tahun dan di luar KBS lebih rendah, sekitar 15 tahun saja. 

Kematian komodo ini tidak menghentikan upaya perlindungan terhadap hewan pemakan daging ini. 

Salah satunya dengan pemasangan microchips pada 12 anakan komodo pada 27-28 Mei 2015. 

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Johnny Plate & Sandi Uno jamin jaringan 4G di destinasi superprioritas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar