Bulgaria, Yunani, Turki bersatu perangi gelombang migran

Bulgaria, Yunani, Turki bersatu perangi gelombang migran

Ilustrasi. Sebuah kapal Angkatan Laut Libya membawa migran kembali ke Misrata, Libya, Minggu (3/5). Hampir 5.800 migran dan 10 jenazah dievakuasi dari perahu-perahu di lepas pantai Libya dalam waktu kurang dari 48 jam, kata penjaga pantai Italia, dalam salah satu operasi penyelamatan terbesar tahun ini. Kantor Berita Libya Lana mengatakan pihak berwenang menahan 500 migran dari lima perahu di lepas pantai Tripoli dan 480 migran yang berasal dari Sudan, Somalia, Eritrea, dan Ethiopia, ditangkap di sebuah ladang di dekat Jufra, serta 170 lainnya ditahan di dekat daerah tersebut. (REUTERS/Ismail ZItouny)

Kesepakatan ini menjamin kerja sama lebih erat di antara ketiga negara yang menghadapi tantangan sama...migrasi, kejahatan terorganisasi serta terorisme."
Sofia (ANTARA News) - Bulgaria, Yunani dan Turki pada Senin sepakat untuk membentuk pusat kepolisian perbatasan dan bea cukai bersama guna memerangi gelombang perpindahan (migrasi) penduduk secara ilegal.

"Kesepakatan ini menjamin kerja sama lebih erat di antara ketiga negara yang menghadapi tantangan sama...migrasi, kejahatan terorganisasi serta terorisme," kata Menteri Dalam Negeri Bulgaria Rumyana Bachvarova usai upacara penandatanganan di Sofia, lapor AFP.

Pusat tersebut akan didirikan di pos pemeriksaan perbatasan Kapitan Andreevo antara Bulgaria dan Turki, yang juga berbatasan dengan Yunani, tambahnya.

Menteri Dalam Negeri Turki Sebahattin Ozturk menjelaskan bahwa pusat bersama akan memungkinkan "pihak berwenang kepolisian dan bea cukai untuk bertukar informasi dengan seketika serta melakukan penghentian migrasi ilegal dan penyelundupan".

Turki saat ini menampung sekitar dua juta pengungsi, yang sebagian besar datang dari negara tetangganya yang dilanda konflik, Suriah.

Ribuan pendatang itu berupaya untuk secara ilegal menyeberangi perbatasan Turki dengan Rusia dan Yunani serta mencari tempat berlindung di Uni Eropa.

Keadaan itu telah membuat Sofia dan Ankara membangun pagar-pagar pelindung guna menghentikan gelombang para migran.

Ketiga negara sudah sekian lama membahas pembentukan tim-tim kepolisian bersama untuk melakukan patroli di perbatasan.

(Uu.T008)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar