Raksasa perbankan Tiongkok akuisisi pemberi pinjaman Turki

Istanbul (ANTARA News) - Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC) menyatakan telah menyelesaikan akuisisi 75,5 persen saham Tekstilbank dari Turkish GSD Holding.

Pemimpin ICBC Jiang Jianqing menyampaikan pengumuman itu pada upacara peresmian di Ciragan Palace, Istanbul, Senin (25/5), yang dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Turki Ali Babacan.

Pengambilalihan itu menjadikan Tekstilbank sebagai lembaga bisnis pertama di Turki yang dioperasikan oleh bank Tiongkok.

Jiang mengatakan akuisisi itu menjadi tonggak penting dalam kerja sama keuangan antara Tiongkok dan Turki, dan berjanji ICBC akan menyediakan layanan keuangan yang lebih baik untuk perusahaan-perusahaan besar di Turki.

"Akuisisi Tekstilbank lebih lanjut melengkapi jejak internasional ICBC. Transaksi ini juga akan meningkatkan kemampuan layanan ICBC untuk para nasabah dari kedua negara, sehingga meningkatkan pembangunan ekonomi lokal," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh pemberi pinjaman Tiongkok itu.

Sebelum upacara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Jiang dan menyatakan bahwa Turki dan Tiongkok akan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor termasuk ekonomi, keuangan, energi dan infrastruktur.

ICBC juga akan melakukan penawaran tender untuk sisa saham Tekstilbank, yang dimiliki oleh pemegang saham publik, sesuai dengan persyaratan peraturan Turki.

"Tiongkok dan Turki telah memiliki kerja sama yang luas di bidang-bidang seperti kereta api berkecepatan tinggi, listrik, kedirgantaraan dan satelit. Turki juga telah menjadi pasar luar negeri penting permesinan, pengadaan dan konstruksi untuk perusahaan-perusahaan Tiongkok," kata pernyataan perusahaan itu.

"Pembentukan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra, ditambah dengan Turki menjadi calon anggota pendiri dari Bank Investasi Infrastruktur Asia, lebih lanjut akan memperluas ruang lingkup kerja sama antara kedua negara dalam mengembangkan proyek-proyek infrastruktur," tambahnya.

Saat ini Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar ketiga Turki dan negara pengimpor terbesar kedua. Menurut target perdagangan jangka panjang yang ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok dan Turki, nilai total perdagangan bilateral diharapkan melebihi 100 miliar dolar AS pada 2020.

ICBC, yang berkantor pusat di Hong Kong dan Shanghai, memimpin industri perbankan global dalam modal dasar, total aset, kapitalisasi pasar, deposito, pinjaman, dan jumlah nasabah.

Majalah Forbes baru-baru ini memeringkat ICBC di bagian teratas daftar Global 2000, sebuah posisi yang diperoleh bank untuk tahun ketiga berturut-turut.

"ICBC telah membentuk jaringan global sekitar 400 lembaga di luar negeri memberikan pelayanan unggul terhadap 42 negara dan wilayah. Selain itu, ICBC memiliki cakupan 20 negara Afrika melalui investasi ekuitas strategis 20 persen di Standard Bank of South Africa," kata pernyataan ICBC.

Tekstilbank adalah sebuah bank berlisensi penyimpanan di Turki, terutama terlibat dalam operasional perbankan untuk usaha kecil dan menengah serta ritel. Bank ini juga menyediakan broker sekuritas, investasi perbankan dan layanan manajemen aset melalui anak perusahaannya Tekstil Securities.

"Tekstilbank memiliki fundamental usaha yang sehat dan kemampuan operasi lokal dengan 44 cabang dan sekitar 900 karyawan. Cabang-cabangnya terletak di daerah maju paling ekonomis di Turki, yang bersama-sama menyumbang sekitar 70 persen dari Turki PDB," demikian pernyataan perusahaan yang dilansir kantor berita Xinhua. (Uu.A026)

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar