Pemekaran kepengurusan Tanjungpinang bukan sinyal perpecahan AJI

Tanjungpinang, Kepulauan Riau (ANTARA News) - Rencana pemekaran kepengurusan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang dari Batam bukan sinyal perpecahan, melainkan sebagai upaya menguatkan fungsi organisasi.

"Keinginan untuk membentuk AJI Tanjungpinang mendapat respons positif, apalagi sejarah pembentukan AJI Batam bermula dari Tanjungpinang, yang merupakan ibu kota Kepulauan Riau," kata pengurus AJI Indonesia, Eko Maryadi, di Tanjungpinang, Minggu.

Eko yang biasa disapa Item mendukung pembentukan AJI Biro Tanjungpinang. AJI Batam diharapkan segera mengajukan surat rekomendasi pembentukan AJI Biro Tanjungpinang.

"Ini aspirasi yang sudah berulang kali disampaikan kepada AJI Indonesia," ujarnya yang juga mantan ketua umum AJI Indonesia.

Sebanyak 21 jurnalis mendeklarasi pembentukan AJI Biro Tanjungpinang sebelum penutupan Konferensi Kota AJI Batam di Tanjungpinang, Sabtu (6/6).

Peristiwa itu mengagetkan Item, pengurus yang memantau jalannya Konferensi Kota AJI Batam di Tanjungpinang merasa kaget.

"Deklarasi ini tidak dapat dibendung. Ini merupakan aspirasi yang harus ditanggapi serius AJI Indonesia," kata Item yang juga Ketua Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) atau Organisasi Pers Asia Tenggara.

Deklarasi AJI Biro Tanjungpinang dibacakan Jailani, yang diikuti 20 jurnalis lainnya yang bertugas di Tanjungpinang. Jailani terpilih sebagai sekretaris AJI Batam mendampingi Zuhri.

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar