Beijing (ANTARA) - Ilmuwan China secara akurat merekonstruksi catatan lengkap pencairan gletser dari tahun 2000 hingga 2023 di Gletser Muz Taw di Pegunungan Sawur di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, memberikan bukti ilmiah yang krusial untuk memahami mekanisme respons gletser terhadap perubahan iklim.

Penelitian yang dipimpin oleh tim Wang Puyu dari Institut Ekologi dan Sumber Daya Barat Laut yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China itu telah diterbitkan dalam jurnal internasional Advances in Climate Change Research.

Tim peneliti menggunakan model neraca energi terdistribusi penuh untuk menyimulasikan dan merekonstruksi rangkaian neraca massa tahunan dari 2000 hingga 2023. Melalui penilaian kesalahan dan analisis ketidakpastian, keandalan temuan penelitian tersebut telah terkonfirmasi.

Penelitian itu mengungkap bahwa selama 24 tahun terakhir, hilangnya massa kumulatif Gletser Muz Taw mencapai 18,55 meter setara air.

Analisis keseimbangan energi menunjukkan bahwa radiasi bersih merupakan pendorong utama pencairan gletser, yang menyumbang 71 persen selama periode ablasi dan 63 persen setiap tahunnya.

Wang menyatakan penelitian tersebut tidak hanya mengungkap mekanisme pencairan gletser Gunung Sawur, tetapi juga menghasilkan model prediksi yang andal sehingga menyediakan dasar ilmiah untuk menilai perubahan sumber daya air regional.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.