Memang AI membuat banyak kerentanan baru termasuk hal negatif, tetap teknologi ini banyak juga hal baru untuk melapis agar kerentanan negatif tidak muncul secara berlebihan
Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI mengajak masyarakat agar lebih mengedepankan sisi positif manfaat dari teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) daripada berlebihan meresahkan dampak negatifnya.
“Memang AI membuat banyak kerentanan baru termasuk hal negatif, tetap teknologi ini banyak juga hal baru untuk melapis agar kerentanan negatif tidak muncul secara berlebihan,” kata Staf Ahli Wakil Menteri Komdigi RI Donny Budhi Utoyo di sela-sela kegiatan program HerTech pelatihan AI bagi kaum perempuan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu.
Menurut dia, jika sisi positifnya tidak dikembangkan maka masyarakat akan tertinggal informasi karena teknologi kini semakin berkembang pesat.
“Jadi kalau seseorang menggunakan AI, agar dia tidak menjadi korban kerentanan negatif, kita tingkatkan literasi digital melalui pelatihan dan kegiatan lainnya,” kata Donny.
Baca juga: ICT Watch Indonesia dan 18 pemda bekali 10.000 perempuan terampil AI
Ia menekankan pelatihan AI harus ditingkatkan seiring dengan perkembangan AI yang terus meningkat guna memberdayakan masyarakat di era modern, termasuk agar bisa berdaya saing di dunia lapangan pekerjaan.
Oleh karena itu, Donny meminta masyarakat tidak khawatir terhadap dampak negatif dari kehadiran teknologi AI, karena meskipun bisa menimbulkan risiko negatif, pasti dapat ditangkal dengan hal-hal positif dengan keamanan yang lebih canggih.
Di samping itu, katanya, Kemkomdigi sedang menyiapkan dan menyelesaikan peta jalan tentang pemanfaatan AI berkolaborasi dengan lembaga terkait dan masyarakat, salah satu poin penting di dalamnya adalah bagaimana agar teknologi AI tidak membuat masyarakat ketinggalan informasi.
Dalam kesempatan kunjungan kerja di Provinsi Kalsel kali ini, Donny hadir untuk terlibat dan berperan pada kegiatan pelatihan AI yang diberikan kepada 300 lebih kaum perempuan se-Kalsel, yang dilaksanakan ICT Watch Indonesia bekerja sama dengan Diskominfo Kalsel.
Baca juga: Kalsel dan ICT Watch Indonesia latih 300 perempuan keterampilan AI
Kemkomdigi menilai pelatihan AI bagi perempuan sangat penting, karena perempuan adalah kaum rentan, karena mengingat notabene persentase tingkat literasi digital perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki.
“Faktor inilah yang kami lihat sehingga perempuan perlu menguasai AI. Bahkan kelompok rentan lainnya juga perlu, seperti komunitas tertentu, disabilitas, hingga masyarakat adat, jangan ada lagi yang ketinggalan informasi,” ujar Donny.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim menegaskan bahwa teknologi AI penting karena dapat diterapkan ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, perbankan, keamanan, dan lainnya.
“Jika teknologi AI berada di tangan yang tepat, akan bekerja secara maksimal dan membawa manfaat banyak bagi masyarakat luas. Peserta yang mengikuti pelatihan agar mengambil banyak hal untuk disebarluaskan kepada masyarakat,” ujar Muslim.
Baca juga: Anggota DPR: Kurikulum AI & koding juga perlu diterapkan di pesantren
Baca juga: Microsoft bersama Kemkomdigi bekali 1,2 juta orang keterampilan AI
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.