Ratusan orang jalani tradisi "padusan" di Solo

Ratusan orang jalani tradisi "padusan" di Solo

Ilustrasi--Padusan Jelang Ramadhan. Anak-anak mandi beramai-ramai di kolam renang Tirtomoyo, Manahan, Solo, Jateng, Senin (8/7/2014). Warga memadati kolam renang dan pemandian jelang bulan Ramadhan untuk melakukan ritual Padusan sebagai simbol pembersihan diri. (ANTARA FOTO/Andika Betha)

Solo (ANTARA News) - Ratusan orang mengunjungi Kolam Renang Tirtomoyo Manahan Banjarsari Solo, Jawa Tengah, Rabu, untuk menjalani tradisi "Padusan" menjelang Ramadhan.

Pengunjung yang memadati tiga kolam renang di Tirtomoyo Manahan tersebut kebanyakan para remaja dengan mandi bersama membersihkan diri sebelum mereka menjalankan puasa pada bulan Ramadhan 1436 Hijriyah.

"Padusan atau mandi bersama ini, sudah menjadi tradisi orang jawa Muslim untuk membersihkan diri sebelum menjalakan puasa satu bulan penuh," kata Wati (20), warga Kerten Solo.

Menurut Wati, dirinya bersama teman-temannya melakukan "Padusan" di Kolam Renang Tirtimoyo Solo karena bersamaan liburan sekolah. "Padusan" dilaksanakan setiap tahun bagi orang muslim menjelang hari puasa.

Kepala Unit Kolam Renang Tirtomoyo, Perusahaan Daerah Air Minum, Kota Surakarta, Ratmoko mengatakan, pengunjung di Kolam Renang Tirtomoyo Manahan saat tradisi "Padusan" memang ada peningkatan.

Jumlah pengunjung di kolam renang tersebut hingga pukul 13.00 WIB mencapai delapan ratus orang dan mereka kebanyakan remaja yang menjalani tradisi "Padusan".

Pengunjung pada hari-hari biasa paling rata-rata sekitar 100 hingga 200 orang per hari.

"Kami memprediksi pengunjung Padusan tahun ini, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena, selain ibadah puasa dilaksanakan secara bersamaan, juga bertepatan libur sekolah setelah penerimaan rapor," katanya.

Menurut dia, jumlah pengunjung di Tirtomoyo pada masa "Padusan" 2014 sekitar 1.000 orang, sedangkan tahun ini, ditargetkan meningkat menjadi 1.100 orang.

Pihaknya optimistis hingga saat ini jumlah pengunjung sudah mencapai 800 orang. Pengunjung juga akan ada yang datang pada sore harinya.

Ia menjelaskan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada masa "Padusan" tersebut, pihaknya menambah petugas keamanan baik dari anggota Polri maupun TNI dan tim SAR.

"Kami pada hari-hari biasa petugas SAR menggunakan sistem shift. Namun, pelaksanaan Padusan ini dilakukan sehari penuh," katanya.

Menyinggung soal tiket masuk kolam renang pada acara "Padusan", Ratmoko menjelaskan, berbeda dan harga yang digunakan saat ini termasuk weekend, yakni Rp12 ribu per orang, sedangkan pada Kamis (18/6) kembali biasa hanya Rp10 ribu per orang.

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Tradisi yang kini terhenti karena situasi pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar