PMI Sleman gunakan IT layani pendonor darah

PMI Sleman gunakan IT layani pendonor darah

ILUSTRASI - Palang Merah Indonesia (PMI) (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Namun kami juga tetap melayani pendonor darah selama puasa ini, baik perorangan maupun instansi, atau organisasi kemasyarakatan,"
Sleman (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah memanfaatkan teknologi informasi bagi para relawan donor darah sehingga mereka dapat rutin dan tepat waktu dalam menyumbangkan darah.

"PMI Sleman telah menggunakan teknologi informasi (IT) dalam melayani pendonor sehingga langsung mendapat apresiasi setelah donor darah dan pada saat waktunya tiba untuk donor darah kembali telah otomatis diingatkan dengan fasilitas TI ini," kata Ketua PMI Sleman Sunartono pada peringatab Hari Donor Darah, Rabu.

Menurut dia, pada 2014 jumlah pendonor di Kabupaten Sleman mencapai 9.600 orang yang meliputi golongan darah A sebanyak 1.319, golongan darah B 1572, golongan darah O 2.013 dan AB 390.

"Sementara itu untuk 2015 sampai dengan 17 Juni 2015 mencapai 4.400 orang dengan golongan darah A 342, B 421, O 581 dan AB 110," katanya.

Ia mengatakan, untuk persediaan darah di Kabupaten Slemab selama puasa juga aman dan mencukupi.

"Namun kami juga tetap melayani pendonor darah selama puasa ini, baik perorangan maupun instansi, atau organisasi kemasyarakatan," katanya.

Dalam kesempatan ini juga diundang para pendonor yang telah mendonorkan darahnya di Kabupaten Sleman 50 kali sampai dengan 100 kali sejumlah 80 orang.

Para pendonor ini juga diberi kenang-kenangan oleh Bupati Sleman.

Selain itu juga diundang pasien yang rutin melakukan transfusi darah karena penyakit Thlasemia yakni tidak dapat memproduksi darah sehingga harus transfusi sejak balita hingga saat ini usia 29 tahun.

Orang tua pasien merasa sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih, karena berkat para pendonor anaknya masih bisa hidup karena banyak penderita seperti anaknya sudah tidak dapat tertolong.

Hadir pula Suraji seorang yang sehari-hari menjadi relawan PMI Sleman usia 37 tahun juga pernah mengalami penyakit DB dan sempat kritis karena kesulitan mencari stok darah malam menjelang Idul Fitri.

Kesulitan ini karena kebutuhan darah pada saat itu banyak sementara orang sudah sibuk menyiapkan lebaran pada pagi harinya. Namun berkat pertolongan Tuhan dan para pendonor akhirnya jiwanya dapat tertolong.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, aksi donor darah yang merupakan aksi sosial ini selain untuk memupuk rasa kepedulian terhadap sesama juga merupakan ibadah kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati berharap agar aksi donor darah tidak hanya dilakukan pada event-event semacam ini namun menjadi kebiasaan sehat yang dilakukan setiap triwulan.

"Karena pada dasarnya aksi donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima donor namun juga bagi pendonor guna menurunkan berbagai resiko penyakit berbahaya yang direduksi melalui pembaharuan sel-sel darah secara rutin," kata Sri Purnomo.

Pewarta: Victorianus SP
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

PMI datangkan kendaraan amfibi antisipasi erupsi besar Merapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar