Buku baru "Fifty Shades of Grey" mulai dijual

"Buku seperti ini selalu punya daya tarik"
New York (ANTARA News) - Pengarang "Fifty Shades of Grey" E.L James merayakan ulang tahun karakter terkenal ciptaannya Christian Grey dengan merilis buku baru berjudul "Grey".

Penerbit Vintage Books mengatakan permintaan novel yang ditulis dari sudut pandang Christian Grey sama besarnya dengan trilogi sebelumnya yang telah terjual lebih dari 125 juta kopi di seluruh dunia.

Vintage berencana menyediakan stok 1 juta kopi yang siap dijual di toko buku, Kamis.

"Grey" telah menempati posisi teratas buku pre-order 2015 di Amazon, penjualannya diperkirakan meningkat tajam saat ebook diterbitkan pada Rabu tengah malam. Buku itu juga akan terbit di Inggris juga dalam format buku audio serta versi bahasa Spanyol.

"Grey adalah pre-order tertinggi tahun pada tahun ini," kata Sara Nelson, direktur editorial Amazon.com. "Saya akan kaget bila ini tidak laris."

"Fifty Shades of Grey" adalah judul terlaris sepanjang masa di Kindle.

James mengumumkan rencana peluncuran buku Grey awal bulan ini. Dia mengaku menulis "Grey" untuk menanggapi permintaan penggemar yang ingin agar dia menulis kisah dari sudut pandang Christian Grey.

"Christian adalah karakter yang rumit dan pembaca telah terpesona dengan hasrat, motivasi dan masa lalu yang suram," kata penulis Inggris itu.

Grey adalah milyuner tampan berusia 27 tahun yang punya masa lalu suram. Dia memperkenalkan mahasiswi bernama Anastasia Steele pada dunia sadomasokis.

Dalam "Grey", James akan memberikan sudut pandang Grey mengenai hubungannya dengan Steele.

"Buku seperti ini selalu punya daya tarik," kata Nelson dari Amazon.com.

Trilogi hubungan erotis antara mahasiswi, Anastasia Steele, dan pebisnis sukses Grey, telah terjual lebih dari 125 juta kopi dan menjadi salah satu dari serial paling sukses dalam sejarah penerbitan.

Buku pertama juga telah diadaptasi menjadi film yang dibintangi Dakota Johnson dan Jamie Dornan yang meraup pendapatan lebih dari 500 juta dolar AS pada box office dunia.

Beberapa negara, termasuk India, Malaysia, Indonesia dan Kenya melarang penayangan film itu di bioskop atas dasar konten erotis. Kritikus mengatakan film tersebut mengaburkan batas antara seks aman dan berbahaya.

Buku kedua dan ketiga juga akan difilmkan, demikian Reuters.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar