Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memamerkan Taman Harmoni yang berlokasi di Jalan Keputih Surabaya ke rombongan senator asal Komite II DPD RI.

"Taman ini dipenuhi berbagai jenis bunga dan berdiri di bekas tempat pembuangan akhir sampah Keputih," ujarnya di hadapan rombongan senator ketika baru tiba di Taman Harmoni, Surabaya, Senin.

Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menunjukkan berbagai jenis bunga yang saat ini bermekaran dan menyempatkan berfoto bersama para senator sembari memegang bunga.

"Di taman ini menjadi lokasi favorit baru untuk pengunjung berfoto. Ada yang selfie, ramai-ramai, ada juga yang foto untuk pre-wedding," katanya.

Eks Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya itu menjelaskan bahwa taman yang sekarang berdiri di atas lahan lima hektare tersebut diharapkan menjadi taman terluas di dunia, karena masih akan diperluas hingga mencapai 50 hektare.

"Ini akan menjadi taman bunga terluas di dunia, karena yang terluas sekarang 40 hektare dan mudah-mudahan menjadi rekreasi tingkat dunia," tukas perempuan yang meraih tiga besar wali kota terbaik di dunia tersebut.

Taman Harmoni belum diresmikan karena masih dalam tahap pembangunan dan merupakan mega proyek yang ada di Surabaya Timur dalam rangka upaya menyuburkan kembali tanah eks TPA setelah 11 tahun ditutup.

Berbagai jenis bunga di taman yang pembangunannya diperkirakan menghabiskan dana Rp3 miliar tersebut dihiasi 70 jenis tanaman, 38 jenis pohon dan 32 jenis semak atau perdu, serta beberapa pohon yang menjadi unggulan, seperti jakaranda, bunga lampion, bunga ratu, nyamplung, canon ball tree, golden penda dan pohon api.

"Taman ini akan jadi percontohan taman bunga lain di kota Surabaya. Nantinya juga diisi tanaman mancanegara, seperti sakura, melati jepang, pagoda putih dan tanaman langka lainnya. Yang pasti, baru kali ini taman benar-benar dikonsep bertema bunga," katanya.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba mengapresiasi taman bunga yang dicetuskan oleh Tri Rismaharini dan layak menjadi taman percontohan di Tanah Air.

"Taman bunga seperti ini harus menjadi contoh dan ditiru oleh daerah-daerah lain. Konsep ini sangat luar biasa dan kami bangga dengan Bu Tri Rismaharini," ucapnya.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2015